Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 6 Agustus 2026
Viral Video Ibu Melahirkan di Pinggir Jalan, Bayi Prematur Meninggal
BERITABALI.COM, NTB.
Beredar video seorang ibu melahirkan di jalan perkampungan dan viral.
Video pendek berdurasi satu menit itu, tampak seorang ibu memakai baju biru melahirkan bayinya, dengan posisi tergeletak di jalan ditopang beberapa warga lain. Kejadian dalam video pada Minggu (19/2) sore itu diduga di Kecamatan Sekotong, Lombok Barat.
Dari percakapan di dalam video itu, ibu hamil tersebut awalnya akan dibawa menggunakan ambulans. Namun, mobil ambulans tak kunjung datang, sampai akhirnya ibu tersebut melahirkan bayinya di pinggir jalan.
Dari informasi, waktu itu ibu ini akan dibawa ke klinik, akan tetapi belum datang ambulans, bayi dari ibu tersebut keluar.
Wanita melahirkan di pinggir jalan tersebut diketahui bukan KTP Sekotong, Lombok Barat. Yang bersangkutan tidak tinggal di Sekotong, tapi di Lombok Tengah.
Kedatangan ibu tersebut ke Sekotong silahturahmi ke rumah kerabatnya. Karena melahirkan prematur, sehingga terjadi peristiwa melahirkan di pinggir jalan.
Ironisnya, kelahiran bayi prematur ini kali keempat dialami ibu tersebut dan semuanya meninggal.
Perjalanan cukup jauh dari Sekotong Lombok Barat dirujuk ke RSUD Praya Lombok Tengah, sehingga bayi drop dan akhirnya meninggal.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 3845 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1358 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 928 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 852 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 721 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun