Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 16 September 2026
Menkeu G20 Gagal Capai Kesepakatan Pernyataan Bersama Soal Ukraina
BERITABALI.COM, DUNIA.
Para menteri keuangan negara anggota G20 gagal mencapai kesepakatan untuk pernyataan bersama soal perang invasi Rusia ke Ukraina. Menteri-menteri keuangan G20 itu gagal mencapai konsensus bersama tentang ekonomi global menyikapi invasi Rusia dalam pertemuan di India pada Sabtu (25/2).
Amerika Serikat (AS) dan sekutunya di kelompok G7 bersikukuh menuntut adanya komunike yang mengutuk invasi Rusia ke Ukraina. Di saat yang sama, mengutip dari AFP, delegasi Rusia dan China menolak usulan tersebut.
India selaku Ketua G20 untuk tahun ini justru mengeluarkan 'Chair Summary' yang menyatakan, "Sebagian besar anggota mengutuk keras perang di Ukraina" dan ada 'penilaian berbeda tentang situasi dan sanksi' pada pertemuan dua hari di Bengaluru.
Rusia, yang merupakan anggota G20, menegaskan aksi mereka bukanlah invasi melainkan 'operasi militer khusus'. Mengutip dari AFP, mereka pun mengelak aksi itu disebut sebagai invasi atau perang.
Menteri Keuangan Prancis, Bruno Le Maire mengatakan, tidak ada jalan bagi para negara anggota untuk mundur dari pernyataan bersama yang disetujui pada pertemuan G20 di Bali, November lalu.
Ketika itu, "kebanyakan anggota sangat mengutuk perang di Ukraina" tetapi juga mengakui beberapa negara melihat konflik tersebut dengan berbeda.
"Sebagian mempunyai bahasa yang sama dan sebagian dari kita tidak bersedia menandatangani komunike akhir," kata Le Maire.
Kebuntuan serupa telah menjadi pemandangan biasa dalam pertemuan G20. Sumber senior G20 mengatakan, negosiasi soal komunike itu sulit karena Rusia dan China memblok proposal yang dibuat negara-negara Barat.
"India ingin tetap pada kesepakatan Bali [2022]," kata sumber tersebut.
Sementara itu, beberapa sumber lain menyebut, konsensus soal komunike tidak akan terjadi. Pertemuan ini pun sepertinya bakal berakhir dengan pernyataan berupa rangkuman dari diskusi.
"Di tengah absennya konsensus, opsi bagi India adalah mengeluarkan pernyataan tuan rumah," kata salah satu sumber tersebut.
Barat disebut destabilisasi perundingan G20 karena Ukraina
Rusia mengecam sekutu barat telah mendestabilisasi perundingan menteri keuangan G20 dengan mendorong menerbitkan pernyataan bersama atas kondisi Ukraina.
"Kami kecewa bahwa aktivitas G20 berlanjut mengalami destabilisasi oleh sekutu Barat dan menggunakan cara pandang anti-Rusia," demikian pernyataan Kemenlu Rusia, Sabtu.
Moskow menuding Amerika Serikat dan negara-negara Uni Eropa telah memaksa mendikte untuk pengambilan keputusan kolektif pada pertemuan tersebut
"G20 mesti tetap sebuah forum ekonomi, dibandingkan melanggar batas ruang keamanan," kata Kemenlu Rusia.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5423 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3449 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2287 Kali
De Gadjah Dorong Pariwisata Toleransi sebagai Kekuatan Bali
Dibaca: 1077 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan