Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 16 September 2026
Dubes Ungkap Ukraina Jadi Negara Pertama Akui Palestina di PBB
BERITABALI.COM, DUNIA.
Ukraina merupakan salah satu negara pertama yang mengakui Palestina sebagai negara merdeka. Ukraina juga menjadi salah satu negara yang mengakui Palestina sebagai anggota di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Pernyataan itu disampaikan oleh Duta Besar Ukraina untuk Indonesia Vasyl Hamianin dalam wawancara eksklusif dengan CNNIndonesia.com.
"Faktanya, kami adalah salah satu negara pertama di dunia yang mengakui Palestina sebagai negara merdeka, yang mengakui Palestina sebagai anggota PBB, kami juga salah satu negara pertama yang membuka Kedutaan Palestina di Kyiv di Ukraina," kata Hamianin.
Pernyataan Hamianin itu disampaikan saat menanggapi pertanyaan mengenai sikap Ukraina terhadap Palestina.
Soal sikap tersebut, Hamianin mengatakan negaranya selalu mendukung perdamaian antara Palestina dan Israel. Dukungan itu menurutnya sudah diberikan sepanjang sejarah Ukraina.
"Ukraina mendukung perdamaian, dan telah mendukung perdamaian sepanjang sejarah Ukraina," tutur Hamianin.
Meski Ukraina berdiri bersama Palestina, Hamianin berujar Kyiv tetap menjalin hubungan baik dengan Israel. Dia menyampaikan tak ada alasan untuk Ukraina memusuhi Israel hanya karena konflik kedua negara Timur Tengah tersebut.
"Jadi, kami bekerja sama dengan Palestina, kami juga bekerja sama dengan Israel pada titik yang sama seperti soal bisnis dan semacamnya. Jika kami adalah teman Palestina, bukan berarti kami jadi bermusuhan dengan Israel, begitu pula sebaliknya," ucapnya.
Terkait permasalahan di Palestina sendiri, Hamianin menyarankan komunitas global untuk melakukan berbagai upaya guna mencegah serangan terjadi di antara pihak-pihak yang bersitegang tersebut. Dia menilai komunitas dunia punya andil untuk menekan risiko eskalasi konflik kedua negara itu.
"Dalam situasi ini, komunitas dunia harus melakukan segala kemungkinan agar ancaman atau serangan tidak dimulai dari salah satu pihak tersebut," ujarnya.
Situasi di Palestina sendiri belakangan makin tegang setelah Tel Aviv mengesahkan wilayah pendudukan baru yang ilegal di Tepi Barat, Palestina.
Pada Kamis (23/2) dini hari, militer Israel dilaporkan melancarkan serangkaian serangan udara ke Jalur Gaza.
Wartawan AFP di lapangan menuturkan serangan udara itu diluncurkan Israel dua jam setelah perbatasan negaranya menjadi target sejumlah roket yang ditembakkan dari Jalur Gaza.
Dilansir Reuters, militer Israel juga melaporkan enam roket telah ditembakkan ke arah negaranya dari Jalur Gaza. Lima dari enam roket itu berhasil dicegat sistem pertahanan udara Israel.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5419 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3449 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2285 Kali
De Gadjah Dorong Pariwisata Toleransi sebagai Kekuatan Bali
Dibaca: 1075 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan