Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
ODGJ Terpasung di Buleleng Akhirnya Dievakuasi, Kerap Mengamuk Cederai Orang
BERITABALI.COM, BULELENG.
Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng langsung memberikan respon cepat berkaitan adanya orang dengan gangguan kejiwaan (ODGJ) di Desa Bontihing, Kecamatan Kubutambahan Buleleng yang terpasung dengan kaki terikat di dalam sebuah kamar gelap di tempat tinggalnya.
Kepala Dinas Kesehatan Buleleng, dr.Sucipto,S.Ked.,M.A.P., langsung mendatangi lokasi atau tempat tinggal Luh Suparwati (43) pada Senin 27 Februari 2023. Setelah melihat langsung kondisi pasien yang dipasung, Kadiskes berkoordinasi dengan Rumah Sakit Umum Jiwa (RSUJ) Provinsi Bali di Bangli agar pasien bisa dirujuk langsung.
Baca juga:
Satpol PP Gianyar Amankan ODGJ Remaja Ngamuk
“Setelah kita mengetahui ada ODGJ yang dipasung kita bersama Tim langsung turun ke lokasi dan melihat langsung kondisi yang terjadi serta melakukan koordinasi dengan keluarga termasuk pihak-pihak terkait agar bisa dilakukan penanganan dengan cepat dan baik,” ungkap Kadiskes Buleleng, dr. Sucipto.
Kadiskes Sucipto menyebutkan, dari pendekatan dengan keluarga diketahui pemasungan dilakukan lantaran pasien sering bertindak agresif dan mengamuk, kurang kooporatif dan sudah sempat dirawat di RSUJ.
“Namun, saat pasien sudah dipulangkan, pasien kembali mengamuk dan menyerang keluarga serta masyarakat sekitar sehingga membuat masyarakat resah. Kondisi tersebut yang kemudian memaksa keluarga untuk memasung pasien agar tidak lagi menyerang masyarakat sekitar,” beber Sucipto.
Upaya penanganan dan melakukan evakuasi dari dalam ruangan tempat Suparwati dipasung diakukan. Diskes Buleleng langsung melakukan koordinasi dengan Puskesmas Kubutambahan 2 untuk membawa dan merujuk ke RSUJ Provinsi Bali di Bangli.
Sebelumnya, Luh Suparwati dipasung dengan kaki terikat di dalam sebuah kamar gelap di tempat tinggalnya, hingga kemudian mendapat perhatian Suryani Institute for Mental Health (SIMH).
Atas kondisi itu, SIMH mendesak orangtuanya Wayan Mara (68) untuk mendapat penanganan di RSUJ Bangli. Luh Suparwati adalah penderita ganggaun jiwa yang sudah akut.
Sekitar tahun 2009, Suparwati pernah mendapatkan penanganan dari SIMH (Suryani Institute for Menatl Health). Kondisinya sempat semakin membaik. Namun kemungkinan karena keterlambatan penanganan pemberian obat dari keluarga Suparwati sempat kambuh dan ngamuk.
Bahkan Suparwati sempat mencederai beberapa orang di kampungnya termasuk bapaknya sendiri hingga tangan kelingkingnya mengalami cacat seumur hidup.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/bul
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5917 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4639 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2605 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2260 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2215 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan