Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 9 Agustus 2026
19 Pesawat Cina Masuk Zona Pertahanan Taiwan Usai Jet AS Melintas
BERITABALI.COM, DUNIA.
Taiwan melaporkan 19 pesawat Cina masuk ke Zona Identifikasi Pertahanan Udara (ADIZ) mereka dalam 24 jam hingga Rabu (1/3), sehari setelah jet Amerika Serikat melintas di atas Selat Taiwan.
Kementerian Pertahanan Taiwan melaporkan 19 jet J-10 itu terbang di sudut barat daya ADIZ, yang menurut Reuters lebih dekat ke arah Cina jika dilihat di peta.
Pasukan Taiwan langsung memantau situasi, termasuk dengan mengerahkan pesawat angkatan udara ke sekitar lokasi.
ADIZ sendiri bukan bagian dari wilayah kedaulatan Taiwan. Namun, pesawat yang memasuki ADIZ seharusnya mengidentifikasi diri dan melapor ke Taiwan.
Insiden ini terjadi tak lama setelah satu jet pengintai milik AS terbang melintasi Selat Taiwan pada Senin (27/2), memicu amarah China.
Militer AS menyatakan bahwa penerbangan pesawat Poseidon P-8A di atas perairan yang memisahkan Cina daratan dan Taiwan itu sesuai dengan hukum internasional.
Mereka menegaskan penerbangan ini menunjukkan "komitmen Amerika Serikat atas Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka."
Namun, juru bicara Komando Timur Tentara Pembebasan Rakyat Cina, Shi Yi, mengatakan AS memicu ketegangan di kawasan karena menerbangkan pesawat itu di atas Selat Taiwan.
"[Penerbangan pesawat AS itu] jelas mengganggu situasi kawasan dan mengancam perdamaian serta stabilitas di Selat Taiwan," ujar Shi, seperti dikutip CNN.
Baca juga:
Putin Marah, Drone Ukraina Tembus Moskow
Meski demikian, militer AS menegaskan bahwa mereka akan terus "menerbangkan, berlayar, dan beroperasi di mana pun yang diizinkan hukum internasional, termasuk di Selat Taiwan."
Taiwan sendiri selama ini menjadi momok tersendiri bagi Cina. Negeri Tirai Bambu menganggap Taiwan bagian dari kedaulatannya di bahwa prinsip Satu Cina yang mereka pegang teguh.
Namun, Taiwan terus berupaya untuk memerdekakan diri. Cina pun selalu memprotes negara-negara yang mendukung Taiwan, termasuk AS.
Tak hanya itu, mereka juga terus mengirimkan armada-armada militer ke perbatasan Taiwan untuk meningkatkan tekanan terhadap pulau yang dianggap "membangkang" itu.
Belakangan, AS meningkatkan kewaspadaan di tengah kemungkinan Cina menginvasi Taiwan, layaknya Rusia menggempur Ukraina.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4410 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 1849 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1505 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 991 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 924 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun