Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
KPK Usut Geng Pegawai Ditjen Pajak di Pusaran Kasus Rafael Alun
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendapat informasi mengenai kelompok atau geng pejabat di Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang mempunyai harta banyak. Hal ini disampaikan KPK bersamaan dengan pemeriksaan harta kekayaan diduga tak wajar pejabat Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Rafael Alun Trisambodo.
"Kita [KPK] juga mendengar ada geng-gengnya seperti ini, tapi kan kita perlu cari tahu bagaimana polanya," ujar Deputi Pencegahan dan Monitoring KPK Pahala Nainggolan di Gedung Merah Putih, Rabu (1/3).
Pahala menyebut geng tersebut bukanlah seperti geng anak sekolah. Kini KPK tengah menelusuri pola pejabat-pejabat tersebut saling terhubung dan meraih penambahan harta.
"Penting untuk cari tahu polanya, seperti PPATK sebut menggunakan perantara, melalui PT dan sebagainya. Ini yang kami ingin dapatkan polanya," kata Pahala.
KPK mengonfirmasi banyak hal terhadap Rafael dalam proses klarifikasi yang digelar kemarin, Rabu (1/3). Satu di antaranya mengenai aset Rafael yang berada di Minahasa Utara, Sulawesi Utara dan Yogyakarta.
Pahala menyatakan proses pendalaman aset di Yogyakarta lebih sulit dibandingkan dengan Minahasa Utara. Untuk itu, dia berujar bakal memanggil Rafael kembali.
"Yang Yogyakarta sedang kita dalami LHKPN-nya dengan pola yang lain lagi. Jumlahnya enggak istimewa tapi utangnya istimewa, kita lagi dalami. Saya yakin dalam 1-2 hari ini kita keluarkan surat tugas pemeriksaan, karena dari Kementerian Keuangan sebenarnya sama juga ini gimana. Saya pikir kolaborasi dengan Inspektorat Jenderal [Itjen Kemenkeu] akan mengefektifkan pemeriksaan," kata Pahala.
Sementara itu, Rafael selaku Kepala Bagian Umum Ditjen Pajak Kementerian Keuangan Kantor Wilayah Jakarta Selatan II menyatakan sudah menyampaikan semua hal terkait harta kekayaannya kepada KPK.
Dia enggan menjawab pertanyaan awak media lebih lanjut dan berujar sudah lelah.
"Saya sudah sampaikan itu, sudah ya permisi, saya sudah lelah dari pagi sampai ini tolong kasihan saya ya saya sudah lelah," ujar Rafael usai menjalani klarifikasi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (1/3).(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5917 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4639 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2604 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2259 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2215 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan