Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 9 Agustus 2026
Fenomena Turis Asing Bekerja Ilegal di Bali, Sebagian Besar dari Rusia dan Ukraina
bbn/cnnindonesia.com/Fenomena Turis Asing Bekerja Ilegal di Bali, Sebagian Besar dari Rusia dan Ukraina.
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Banyak wisatawan asing atau turis yang sebagian besar dari Rusia dan Ukraina bekerja ilegal di Bali.
Hal ini tidak dipungkiri Wakil Gubernur Bali Tjok Oka Sukawati atau Cok Ace. Dari penelusuran yang dilakukan sebuah akun di Instagram bernama @moscow _cabang _Bali yang viral, memperlihatkan sebuah aktivitas wisatawan asing yang sedang mengajari sesama warga asing untuk berkendara naik sepeda motor dan diduga bule tersebut mendapat bayaran atas aktivitas tersebut.
Selain itu, akun tersebut juga banyak men-capture akun media sosial wisatawan asing di Bali yang menawarkan jasa fotografer, tato dan juga salon serta lainnya.
Turis asing bekerja ilegal di Pulau Dewata, dengan membuka jasa bisnis fotografi, pembuatan tato, salon, dan ada juga bekerja mengajari berkendara sepeda motor kepada sesama warga asing dan ada turis yang sampai berjualan sayur-mayur.
"Kalau fotografi terkait dengan wedding ini sulit sekali. Kadang-kadang ada pasangan (asing) yang melakukan pernikahannya di Bali atau hanya resepsi di Bali mereka biasanya melekat, mengajak fotografer (dari negaranya), karena dia berfikir bahwa hanya fotografer ini (dari negaranya) yang mengerti tentang kulturnya dia," kata Cok Ace, saat ditemui di Gedung DRPD Bali, Senin (27/2).
"Bagaimana angle yang bagus diambil. (Tapi) selama memenuhi syarat perizinan itu kan ada perizinannya membawa alat-alat masuk dan kemudian dia bekerja di Indonesia dan tentu berkoordinasi dengan imigrasi," imbuhnya.
Sementara, terkait warga asing mengajari berkendara sepeda motor kepada sesama warga asing di Bali. Hal itu, menurut Cok Ace tentu ilegal dan dia tidak membantah yang melakukan hal itu di antaranya adalah wisatawan asal Rusia dan Ukraina.
Cok Ace juga menyebutkan bahwa hal itu terjadi karena kondisi dunia yang perekonomiannya tidak menentu dan Bali menjadi tempat turis berbisnis, karena dianggap aman, nyaman, dan juga hidup di Bali murah bagi turis.
"(Rusia dan Ukraina) antara lainnya. Itu sebenarnya juga ilegal terutama sekarang kondisi dunia yang terjadi sekarang di luar negeri dan dibandingkan di Bali aman-aman dan nyaman dan murah-murah saja," ujarnya.
"Oleh sebab itu, kita harus bergerak saya dengar dari laporan di bawah juga banyak mereka bahkan dagang ikut, jual sayur-sayuran ikut, menjual ke teman-temannya, dia mengambil di pasar dia jual ke teman-temannya, ini belum kita tindak," tambahnya. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4408 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 1829 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1503 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 988 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 924 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun