Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 23 September 2026
Pejabat Eropa Ungkap Dua Kunci Keselamatan Ukraina dari Rusia
BERITABALI.COM, DUNIA.
Menteri Luar Negeri Estonia Urmas Reinsalu mendesak Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) untuk tidak mengecualikan Ukraina dari aliansi tersebut sebagai syarat perdamaian dengan Rusia.
Ia memperingatkan bahwa hal itu akan membuat Ukraina terdampar di zona abu-abu, sehingga jika Kyiv masih berada dalam posisi tersebut, satu-satunya cara untuk mencegah agresi lebih lanjut dari Moskow adalah senjata nuklir.
"Jika kita mengatakan bahwa kita tidak akan melihat Ukraina sebagai anggota NATO setelah perang ini, itu berarti kita takut atau memperkirakan bahwa Rusia akan menyerang lagi dan kemudian negara-negara NATO akan terlibat dalam perang dunia, atau setidaknya perang di benua Eropa," kata Reinsalu, dikutip Newsweek, Jumat (3/3/3023).
"Perang skala besar akan terulang kembali dan ini adalah sesuatu yang menurut saya sangat berbahaya dari sudut pandang kami."
Adapun, Kyiv tidak pernah membatalkan tujuannya untuk menjadi anggota NATO. Hal ini menjadi sebuah ambisi yang diabadikan dalam konstitusi nasional dan memiliki tingkat dukungan tertinggi di kalangan pemilih Ukraina.
NATO sendiri tidak akan mengizinkan aksesi Ukraina di tengah perang. Pejabat Ukraina telah mengusulkan Perjanjian Keamanan Kyiv sebagai pengaturan sementara di mana negara-negara NATO dapat membantu Ukraina sambil menghindari konflik langsung dengan Rusia.\
Namun, kantor Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky telah menekankan bahwa ini tidak dimaksudkan sebagai pengganti keanggotaan penuh NATO.
The Wall Street Journal pekan lalu melaporkan Inggris, Prancis, dan Jerman telah mengusulkan pakta keamanan tripartit dengan Ukraina sebagai pengganti keanggotaan NATO. Para pemimpin dari ketiga negara dilaporkan mengajukan tawaran tersebut kepada Zelensky selama kunjungannya ke Eropa pada Februari lalu.
Rencana tersebut dilaporkan akan memungkinkan pengiriman senjata canggih NATO ke Ukraina tetapi tidak akan menawarkan perlindungan Kyiv di bawah klausul pertahanan kolektif dalam Pasal 5 dari Perjanjian Atlantik Utara, atau mengerahkan pasukan NATO di tanah Ukraina.
"Anda tidak dapat meniru NATO," kata Reinsalu. "Apa gunanya mencoba meniru NATO jika Anda menjelaskan bahwa itu bukan NATO? Ini seperti setengah NATO. Saya agak curiga dengan replika itu."
"Sejujurnya, satu-satunya jaminan kecuali NATO adalah mengirimkan senjata nuklir ke Ukraina," kata Reinsalu, menekankan bahwa langkah seperti itu tidak mungkin, dan tidak diinginkan, mengingat komitmen anti-proliferasi kekuatan nuklir NATO.(sumber: cnbcindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8303 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5736 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3585 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2427 Kali
ABOUT BALI
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar