Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 8 Agustus 2026
Peneliti Australia Sukses Ungkap Misteri Pesugihan
BERITABALI.COM, DUNIA.
Menjadi sukses dan hidup berkecukupan impian setiap manusia. Manusia rela banting tulang untuk meraih itu semua. Caranya juga beragam, ada yang kerja lembur dan investasi.
Namun, ada pula yang meraihnya dengan jalan pintas, seperti melakukan aksi kriminalitas atau mungkin melakukan hal gaib dan mistis. Khusus yang kedua, tidak sedikit manusia yang melakukan berbagai ritual persekutuan dengan setan. Sebut salah satunya pesugihan.
Pesugihan dapat diartikan sebagai upaya mendapat kekayaan dengan melakukan perjanjian bersama makhluk gaib. Cara ini tidak hanya ada di Indonesia, melainkan juga terjadi di berbagai belahan dunia lain.
Antropolog Australia Michael Taussig dalam The Devil and Commodity Fetishism in South America (1970) melakukan penelitian panjang tentang hal ini ketika mengunjungi Amerika Selatan, tepatnya di Kolumbia dan Bolivia. Taussig melihat fenomena pesugihan (dalam teks Taussig menyebutnya sebagai persekutuan dengan setan) di dua wilayah tersebut.
Di perkebunan Kolumbia, Taussig mendengar mitos kalau para petani melakukan hal gaib untuk meningkatkan hasil panen. Yakni dengan melakukan pesugihan dan menjadi budak setan. Keduanya punya kontrak khusus.
Apabila petani mendapat untung maka harus dialihkan untuk kegiatan konsumerisme seperti belanja barang-barang mewah. Jika dilanggar, maka mereka akan meninggal tiba-tiba.
Taussig tentu tidak percaya atas hal ini, tetapi sebagai antropolog dia harus menemukan jawabannya. Singkat cerita, dia berhasil membongkar misteri pesugihan dengan memberikan perspektif berbeda.
Perlu diketahui, mayoritas para ahli mengungkap fenomena seperti ini didasarkan oleh kecemburuan. Singkatnya, para petani yang miskin sebetulnya iri terhadap orang yang dapat harta mendadak. Jadi, mereka menuduh para orang kaya baru bersekutu dengan setan. Dan ini sebetulnya logis.
Pendapat serupa juga pernah diungkap sejarawan Christopher Reinhart kepada CNBC Indonesia saat dimintai keterangan tentang asal-usul babi ngepet pada Kamis (23/2/2023).
Katanya, "babi ngepet yang muncul sejak masa tanam paksa (1830-1870) lahir sebagai reaksi terkejutnya para petani melihat orang kaya baru. Alhasil mereka menuduh orang kaya tersebut dapat harta dari hasil kerja sama setan."
Dalam tulisan berbeda berjudul "The Ghost in the Machine" (2018) di Jacobin, Taussig memaparkan mitos itu muncul sebagai upaya kritik para pekerja atas suburnya kapitalisme. Bagi mereka, kapitalisme membuat orang tercerai-berai dari tanah leluhur karena berhasil memusnahkan praktik ekonomi tradisional.
"Cerita pesugihan diproduksi untuk memahami keterasingan mereka [..] dan sebagai tanggapan atas gangguan sosial besar-besaran yang ditimbulkan atas kemunculan akumulasi modal swasta," katanya
Lantas, pada titik inilah cerita imajinatif muncul di masyarakat kalau orang kaya tersebut bersekutu dengan setan. Cerita itu sebetulnya memiliki pesan mitigasi agar para petani tidak menjadi kaya dan tetap bertahan dengan sistem ekonomi tradisional.
Bisa dikatakan, balutan bahwa mereka akan mati karena gagal meneken kontrak dengan setan murni untuk menakut-nakuti saja. Agar mereka menjauh dari kapitalisme yang jahat.
Kapitalisme sendiri dipandang sebagai setan atau iblis karena sama-sama menimbulkan ketakutan. Jika setan menimbulkan ketakutan terhadap imajinasi manusia, maka kapitalisme menimbulkan ketakutan akan tindakan eksploitasi.
Berkat riset ini, Taussig kemudian diganjar penghargaan bergengsi seperti Berlin Prize dan Guggenheim Fellowship.
Dengan temuan Taussig kita mengetahui kalau narasi pesugihan, babi ngepet, atau tuyul yang lazim diproduksi di Indonesia adalah cerita imajinatif belaka. Dan bisa ditarik kesimpulan kalau kekuatan supranatural sebagai cara meraih kekayaan biasanya tumbuh subur ketika kapitalisme muncul di suatu wilayah.(sumber: cnbcindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4398 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 1736 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1493 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 979 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 912 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun