Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 8 Agustus 2026
Pesawat AS Mendarat Darurat di Kuba Gegara Tabrak Burung
BERITABALI.COM, DUNIA.
Sebuah pesawat jet Amerika Serikat terpaksa kembali ke Havana, Kuba, untuk melakukan pendaratan darurat setelah menabrak burung dan menyebabkan mesin bermasalah. Pihak berwenang Kuba menuturkan maskapai Southwest Airlines 3923 baru lepas landas dari Havana menuju Fort Lauderdale, Florida.
Baca juga:
Ternyata Ada Salah Erdogan di Gempa Turki
Tak berapa lama terbang, pesawat yang mengangkut 147 penumpang dan enam awak itu mendadak putar balik dan meminta pendaratan darurat di bandara Havana.
Otoritas penerbangan sipil Kuba, Cacsa, memaparkan setelah pesawat menabrak burung, asap terlihat mengepul ke kabin hingga memicu kepanikan. Namun, Cacsa memastikan tidak ada yang terluka dalam insiden ini.
Melalui pernyataan, Southwest Airlines mengatakan burung menabrak salah satu mesin dan hidung pesawat tak lama setelah lepas landas.
"Pilot dengan selamat kembali ke Havana di mana pelanggan mengevakuasi pesawat melalui perosotan karena asap di dalam kabin," bunyi pernyataan maskapai itu seperti dikutip AFP.
Para pelancong akan dievakuasi menggunakan penerbangan lain ke Fort Lauderdale, tambah maskapai. Cacsa mengatakan penyelidikan telah diluncurkan untuk menelusuri insiden tersebut.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4395 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 1703 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1490 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 978 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 912 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun