Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 8 Agustus 2026
Bos Wagner Wanti-Wanti Malapetaka Jika Putin Tarik Prajurit di Bakhmut
beritabali.com/cnnindonesia.com/Bos Wagner Wanti-Wanti Malapetaka Jika Putin Tarik Prajurit di Bakhmut
BERITABALI.COM, DUNIA.
Bos tentara bayaran Wagner Group Yevgeny Prigozhin mewanti-wanti Rusia soal potensi kekalahan di medan perang jika Moskow menarik pasukan dari Bakhmut, Ukraina.
Prigozhin menilai seluruh pertahanan garis depan akan runtuh dan tentaranya kehilangan amunisi jika Rusia menarik pasukan dari kota timur Ukraina itu. Bakhmut memang menjadi arena pertempuran sengit antara pasukan Rusia dan Ukraina selama beberapa bulan terakhir.
"Jika Wagner menarik [pasukan] dari Bakhmut sekarang, semua garis depan akan runtuh," kata Prigozhin dalam sebuah video pada akhir pekan lalu, seperti dikutip Reuters.
Ia kemudian berujar, "Situasi tak akan bagus bagi semua formasi militer yang siap melindungi Rusia."
Reuters tak bisa memverifikasi kapan dan dimana video itu diambil. Rekaman tersebut dirilis di kanal Telegram yang kerap menyebar berita soal Prigozhin dan mengklaim dirinya terafiliasi dengan Wagner Group.
Prigozhin juga cemas pemerintahan Presiden Vladimir Putin ingin menjadikan mereka kambing hitam jika Rusia kalah perang.
"Jika kami mundur, kami kemudian akan dicatat sejarah sebagai orang yang mengambil langkah utama karena kalah perang. [Padahal] ini persis masalah kekurangan amunisi," ungkap dia.
Baca juga:
Ternyata Ada Salah Erdogan di Gempa Turki
Pada Sabtu, Prigozhin mengeluhkan kekurangan amunisi. Rusia padahal sudah menjanjikan paket senjata, tetapi hingga kini belum ada bantuan tambahan.
"Untuk sekarang, kami mencari alasan: ini hanya soal birokrasi atau pengkhianatan," kata Prigozhin dalam sebuah video.
Bos Wagner itu juga bertanya-tanya apakah pasukannya sengaja ditempatkan di medan perang untuk kalah oleh pejabat Rusia. Sehari sebelumnya yakni pada Jumat, Prigozhin menyampaikan bahwa pasukannya secara praktis mengepung Bakhmut.
Kritik Prigozhin terhadap militer Rusia ini bukan kali pertama. Belakangan, sekutu dekat Putin itu terus mengkritik militer terutama Kementerian Pertahanan Rusia terkait situasi perang di Ukraina.
Ia bahkan sempat menuduh Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu dan jajarannya melakukan pengkhianatan karena menahan persediaan amunisi bagi pasukannya.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4395 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 1703 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1490 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 978 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 912 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun