Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 22 September 2026
Sultan HB X Sebut Erupsi Merapi Buat Tutupi Kerusakan Akibat Tambang
beritabali.com/cnnindonesia.com/Sultan HB X Sebut Erupsi Merapi Buat Tutupi Kerusakan Akibat Tambang
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan erupsi Gunung Merapi pada Sabtu (11/3) bermanfaat untuk menambal lahan-lahan berlubang di sekitar gunung yang rusak akibat aktivitas tambang pasir.
Ia menambahkan, aktivitas vulkanik Merapi akan berhenti sendiri meski butuh waktu tidak sebentar.
"Yang penting 'ngebaki' (memenuhi) yang dirusak karena ditambang, itu saja. Nanti kalau lubang-lubang itu sudah tertutup kan berhenti sendiri. Memang itu perlu (waktu) lama karena tidak hanya di atas, yang di bawah kan juga pada berlubang kan gitu," kata Sultan di Jogja Expo Center (JEC) Bantul, dikutip dari Antara, Sabtu (11/3).
Oleh karena itu, ia meminta agar masyarakat tak perlu panik menghadapi awan panas guguran yang meluncur sampai maksimal empat kilometer.
"Sekarang memang harus keluar ya memang 'nyembur', tapi kan hanya satu kilometer, dua kilometer karena yang ditambang di sekitar situ," ucap Raja Keraton Yogyakarta.
Sultan menyatakan Gunung Merapi tak akan erupsi besar seperti pada 2010 silam. Menurutnya, pola erupsi di gunung api aktif itu sudah mengalami perubahan dari sebelumnya.
"Enggak akan meletus seperti dulu," ujarnya.
"Sudah berbeda wong sudah sepuluh tahun lebih. Biasanya kan empat tahun meletus," sambungnya.
Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) sebelumnya menjelaskan erupsi Merapi pada Sabtu merupakan terbesar kedua setelah erupsi pada 2021. Awan panas guguran tercatat 24 kali tetapi tak sebanyak 52 kali yang terjadi pada 27 Januari 2021.
Status Merapi hingga saat ini masih Level III, tak berubah sejak November 2020. Sejauh ini belum ada imbauan evakuasi bagi warga sekitar sebab luncuran awan panas guguran masih belum melampaui jarak aman rekomendasi BPPTKG.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8268 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5718 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3569 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2418 Kali
ABOUT BALI
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar