Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 7 Agustus 2026
Penyedia PLTS di Bali Buat Skema Pembiayaan, Energi Terbarukan Tak di Awang-Awang
BERITABALI.COM, BADUNG.
PT SatuWatt Solar Dewata, sebuah perusahaan penyedia solusi sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Bali memiliki skema pembiayaan untuk lebih membuat energi terbarukan bagi masyarakat agar lebih terjangkau dan tidak sekadar di awang-awang.
Tidak hanya itu, dengan tagline "Save Bali Go Solar", SatuWatt melayani jasa konsultasi, survey lokasi, instalasi, pemantauan, pembiayaan hingga perawatan sistem, juga siap membantu untuk mempermudah pemanfaatan sistem PLTS Atap.
"Instalasi PLTS Atap di Tamora Square, Berawa, Badung ini merupakan bentuk komitmen kami dalam mendukung bauran energi terbarukan di Indonesia. Dalam hal ini, kami mempercayakan Xurya sebagai partner dalam melakukan proyek instalasi PLTS Atap," ungkap Api Perdana mewakili tim PT SatuWatt Solar Dewata.
Xurya sendiri merupakan perusahaan startup energi terbarukan yang mengusung skema sewa tanpa investasi. "Alasan kami memilih Xurya dikarenakan hingga saat ini Xurya memiliki lebih dari 100 proyek instalasi atap di seluruh Indonesia, sehingga diharapkan PLTS Atap yang ada di Tamora Square dapat memiliki kualitas yang baik untuk jangka panjang," ungkapnya.
SatuWatt mengadakan acara Peresmian Penyalaan Panel Surya di Tamora Square, dirangkai diskusi seputar PLTS untuk membahas mengenai tantangan terbesar pada sistem instalasi panel surya yaitu dari segi teknis, finansial, dan regulasi bersama sejumlah narasumber dari ESDM dan PLN pada hari Selasa tanggal 14 Maret 2023, pukul 14.00 – 18.00 WITA bertempat di JL Legends, Tamora Square.
Adapun keuntungan bagi pengguna PLTS, yaitu dapat menggunakan energi terbarukan yang ramah lingkungan, mengurangi biaya listrik, investasi jangka panjang yang menguntungkan, dan meningkatkan nilai properti. Energi matahari merupakan energi terbarukan dan wilayah Indonesia merupakan negara tropis dengan produksi listrik mandiri dan lokal. Dan seperti yang sudah kita ketahui bersama bahwa energi matahari sangat berlimpah di Bali.
Pemanfaatan energi matahari sebagai sumber energi alternatif untuk mengatasi krisis energi, khususnya minyak bumi, sudah terjadi sejak tahun 1970-an dan hal ini mendapat perhatian yang sangat besar dari para pakar di sejumlah negara. Berbagai teknologi pembuatan sel surya terus diteliti dan dikembangkan dalam rangka upaya penurunan harga produksi sel surya agar mampu bersaing dengan sumber energi lain.
Mengingat rasio elektrifikasi di Indonesia baru mencapai 55-60% dan hampir seluruh daerah yang belum dialiri listrik adalah daerah pedesaan yang jauh dari pusat pembangkit listrik, maka PLTS yang dapat dibangun hampir di semua lokasi merupakan alternatif tepat untuk dikembangkan.
SatuWatt menghadirkan para narasumber antara lain, Tamora Group Mark Christian D Ching, dari Kementerian ESDM Bali Bapak Ida Bagus Bawa Adiputra dan tim, PT Satuwatt Solar Dewata Api Perdana, perwakilan pengguna solar panel di Bali Pontus Sönnerstedt, dan Manager Koperasi Amoghashiddi Ibu Ida Ayu Maharatni.
PT SatuWatt Solar Dewata berharap melalui kegiatan ini dapat mengedukasi dan mengajak seluruh lapisan masyarakat Bali untuk lebih sadar akan pentingnya sumber energi terbarukan.
SatuWatt yang memiliki visi untuk membangun komunitas pengguna sistem PLTS Atap skala perumahan, komersial, dan industri siap berupaya semaksimal mungkin untuk menyelamatkan Bali melalui penggunaan dan pemanfaatan energi surya yang ramah lingkungan.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4265 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1448 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 946 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 877 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 768 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun