Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 13 September 2026
Parlemen Rusia Usul UU Baru: Olok-Olok Wagner Bisa Dibui Lima Tahun
BERITABALI.COM, DUNIA.
Melayangkan kritik hingga mencela tentara bayaran Rusia, Wagner Group, kini berpeluang terancam penjara hingga lima tahun.
Diberitakan Reuters, majelis rendah parlemen Rusia, Duma, pada Selasa (14/3) menyerukan amandemen yang bisa menghukum orang yang mengkritik prajurit Wagner Group.
Mereka mendesak amandemen itu diduga untuk melindungi tentara Wagner yang selama ini berjuang untuk Rusia.
Bos Wagner Group, Yevgeny Prigozhin, pun menyambut baik proposal tersebut. Prigozhin sejak Januari memang meminta parlemen untuk memblokir pihak-pihak yang bicara negatif tentang prajuritnya.
Dia ingin Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) diperluas agar tentaranya bisa ikut serta mendapat perlindungan.
Di bawah undang-undang Rusia saat ini, "mendiskreditkan" prajurit sendiri bisa dipenjara hingga lima tahun. Sementara menyebarkan informasi palsu dengan sengaja mengenai hal itu bisa dipenjara 15 tahun.
Jaksa penuntut umum Rusia sejauh ini telah membuka lebih dari 5.800 kasus terhadap orang yang bicara negatif tentang angkatan bersenjata.
Menurut kelompok hak asasi manusia OVD-Info, pihak berwenang juga telah menggunakan UU penyebaran informasi palsu untuk menjerat hukum para kritikus Kremlin.
Meski begitu, proposal ini masih perlu disetujui majelis tinggi parlemen sebelum diteruskan ke Presiden Rusia Vladimir Putin untuk diteken.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3353 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 1045 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 796 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan