Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 21 September 2026
Viral Pelecehan di Festival Holi India, Korban Ramai-Ramai Buka Suara
beritabali.com/cnnindonesia.com/Viral Pelecehan di Festival Holi India, Korban Ramai-Ramai Buka Suara
BERITABALI.COM, DUNIA.
Seorang turis Jepang menyedot perhatian usai viral videonya menjadi korban pelecehan seksual di festival Holi, India. Sejumlah perempuan lainnya yang juga pernah menjadi korban ikut buka suara.
Gelombang laporan mengenai pelecehan seksual di festival Holi itu bermula pada 8 Maret lalu, ketika seorang turis Jepang mengunggah video bukti ia menjadi korban.
Dalam video itu, terlihat sekelompok pria menggerayangi tubuh turis Jepang tersebut di tengah kerumunan sembari mencoba mengoleskan bubuk berwarna.
Perempuan itu kemudian keluar dari kerumunan sambil berteriak, "Bye bye."
The Independent melaporkan bahwa dalam festival Holi, peserta memang biasanya saling mengoles atau menabur bubuk warna-warni ke tubuh orang lain.
Namun, kegiatan itu kerap dimanfaatkan pengunjung untuk melakukan pelecehan seksual, seperti yang terjadi pada perempuan Jepang yang viral itu.
Tak lama setelah video ini viral, sejumlah perempuan lainnya pun membeberkan pengalaman mereka ketika menjadi korban pelecehan seksual di festival Holi.
Seorang korban bernama Meenakshi Iyer bercerita kepada The Straits Times bahwa ia sudah beberapa kali mengalami kejadian tak menyenangkan saat menghadiri festival untuk menyambut musim semi itu.
Trauma Iyer sudah tertanam sejak ia masih berusia 13 tahun. Kala itu, ia dilempari balon berisi urine dan "zat lengket lainnya" yang menyebabkan badannya mengalami infeksi jamur parah.
"Sangat buruk. Lagipula, saya tak suka siapa pun menyentuh saya tanpa izin, menarik rambut atau menarik tubuh saya dengan menarik pakaian atau tangan saya hanya untuk bermain dengan mereka," tutur Iyer.
Beranjak dewasa, Iyer tak pernah suka mengikuti festival Holi. Jika kantornya menggelar festival itu, ia memilih bersembunyi di toilet.
Pengalaman serupa juga dirasakan Natasha Ramarathnam, warga India yang berprofesi sebagai pengembang. Ia bahkan sudah tak pernah ikut festival Holi sejak mengalami pelecehan pada 3,5 dekade lalu.
Kala itu, seorang remaja yang sedikit lebih tua darinya melakukan pelecehan seksual ketika festival Holi sedang digelar di salah satu sudut di Kota Kolkata.
"Dia menarik tangan saya dan perlahan mengoleskan warna di lengan, kemudian menarik kaus saya dan mengoleskan warna di dalamnya sembari memegang tengkuk saya," kata Ramarathnam.
Ia kemudian berkata, "Seiring waktu, saya menyadari bahwa yang terjadi merupakan kasus pelecehan seksual yang klasik."(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8210 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5694 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3558 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2405 Kali
ABOUT BALI
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben