Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 7 Agustus 2026
Pria di Donggala Mengaku Nabi Minta Tumbal Untuk Sambut Hari Kiamat
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Warga Uwentira, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, dikagetkan dengan pengakuan seorang pria berasal dari Sumatera Utara yang mengaku sebagai nabi.
Baca juga:
Gempa Magnitudo 5,7 Guncang Jember
"Iya benar, ada seorang pria mengaku sebagai nabi, tapi pria itu bukan warga Donggala," kata Kapolsek Labuan, Iptu Syarif kepada CNNIndonesia.com, Kamis (16/3).
Pria tersebut menginap di Musala Uwentira, Desa Nupabomba, Kecamatan Tanantovea bersama 4 orang pengikutnya selama 10 hari. Syarif mengatakan selama berada di wilayah itu mereka mengajak warga untuk ikut bergabung dalam alirannya yang diduga sesat.
"Jumlahnya 5 orang, tapi satu orang mengaku sebagai nabi dan 4 orang lainnya itu adalah pengikutnya," bebernya.
Para penyebar ajaran sesat itu, kata Syarif berasal dari beberapa daerah seperti dari Medan sebanyak 3 orang, dari Batam ada satu orang dan satu orang lagi berasal dari Bitung.
"Namun mereka tidak mau menyebutkan identitasnya. Mereka menyakini bahwa ada utusan dari Allah yang kini hadir untuk ummat manusia dalam mempersiapkan kiamat yang sudah dekat," jelasnya.
Dalam mempersiapkan hari kiamat itu, setiap pengikut dari ajaran pria yang mengaku nabi ini harus mempersiapkan tumbal. Namun, kata Syarif mengaku tidak mengetahui pasti jenis tumbalnya.
"Wajib berikan tumbal. Untuk tumbal mereka tidak jelaskan berupa apa," imbuhnya.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4229 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1444 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 943 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 876 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 765 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun