Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 21 September 2026
Pemandu Rombongan Bule Rusia Tak Mau Bayar Tiket Masuk Pura Lempuyang Diduga WNA
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Viral di media sosial video memperlihatkan rombongan warga negara asing (WNA) tidak membayar tiket masuk area Pura Lempuyang, Kecamatan Abang, Karangasem. Peristiwa itu diketahui terjadi pada Sabtu (11/3) sekitar pukul 10.00 WITA.
Pada rekaman berdurasi sekitar 10 detik terlihat sebagian bule mengenakan pakaian adat Bali. Salah satunya diduga pemandu asing ilegal.
Ketua DPD Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Bali I Nyoman Nuarta menyayangkan peristiwa itu. Dia mengaku sudah mendapat laporan dari anggotanya di lapangan.
"Itu kejadiannya ada tamu Rusia yang mau sembahyang. Karena dia mau sembahyang, sebenarnya harus koordinasi sama pemangkunya juga dan memang dia bawa banten (sarana upakara) bawa sajen, cuma sesuai aturan di sana, kalau orang asing, jangankan orang asing, domestik pun dikenakan tiket resmi administrasi. Dan dia ngotot tidak mau bayar," kata Nuarta saat dihubungi, Rabu (15/3).
Ia menyebutkan bahwa rombongan berjumlah enam orang. Semuanya WN Rusia. Dua di antaranya diduga memiliki KTP Indonesia.
"Waktu itu yang saya dilaporin ada sekitar enam WNA, Rusia semuanya, yang dua orang ada yang ber-KTP, katanya KTP Indonesia yang bule itu," imbuhnya.
Menurutnya, salah satu bule itu adalah pemandu wisata asing ilegal. Orang asing seharusnya tidak boleh menjadi pemandu wisata.
"Salah satunya dugaannya sebagai pemandu ilegal. Orang asing kan tidak boleh menjadi pemandu wisata. Diduga menyalahgunakan visa dia. Tapi saya tidak tahu apakah visa wisata atau apa, saya tidak tahu," ujarnya.
Pihaknya juga berharap pemerintah daerah dan pihak terkait agar bisa menindak tegas WNA yang diduga menjadi pemandu rombongan itu.
Selain itu, pihak Desa Adat dan masyarakat setempat juga telah meminta agar segera diambil langkah tepat agar peristiwa serupa tidak terjadi kembali.
"Dan melarang orang asing masuk dengan berakting menjadi guide. Karena di sana juga ada pemandu lokal atau pemandu rute. Intinya orang asing tidak boleh melakukan pemanduan di Bali," ujarnya. (sumber: merdeka.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8210 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5694 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3558 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2405 Kali
ABOUT BALI
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben