Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 7 Agustus 2026
Akan Dilintasi Ogoh-Ogoh, Warga Jungutan Perlebar Jembatan Darurat
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Sejumlah warga bergotong royong melebarkan jembatan darurat yang terbuat dari babmbu pada jalur pelintas Jungutan - Mumbul, Kecamatan Bebandem.
Pelebaran jembatan terpaksa dilakukan karena dalam waktu dekat ini jalan tersebut akan dijadikan sebagai akses terdekat untuk membawa ogoh - ogoh di wilayah Desa Jungutan menuju wilayah Desa Sibetan tempat dipusatkannya pawai ogoh - ogoh.
"Perbaikan jalur ini sudah masuk prioritas, namun karena akan dilewati ogoh - ogoh dari Desa Jungutan pada saat hari raya pengerupukan menuju titik kumpul di Pura Bale Agung Sibetan, jembatan darurat yang sebelumnya hanya bisa dilalui sepeda motor dilebarkan menjadi sekitar 3 meteran agar bisa dilalui Ogoh - Ogoh," ujar Perbekel Desa Jungutan, I Wayan Wastika, Jumat (17/3/2023).
Ia mengatakan ada sekitar 7 Ogoh - Ogoh di Desa Jungutan yang akan melewati akses jalan tersebut menuju Sibetan. Pelebaran jembatan darurat ini terpaksa dilakukan karena merupakan akses terdekat menuju Pura Bale Agung Desa Adat Sibetan.
"Dilebarkan menggunakan bahan bambu juga, karena ini jalan paling dekat, sebenarnya adan jalan alternatif lain tapi jaraknya sangat jauh jika dibandingkan melewati pelintas ini," terang Wastika.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4209 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1440 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 943 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 875 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 763 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun