Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 29 Oktober 2026
Pemilik Emas Berpesta Pora, Harga Ukir Rekor Demi Rekor
BERITABALI.COM, DUNIA.
Harga emas terus terbang dan mencatat rekor demi rekor. Pada penutupan perdagangan Jumat (17/3/2023), emas ditutup di posisi US$ 1.987,93 per troy ons.
Harga sang logam mulia terbang 3,59 persen. Harga tersebut adalah yang tertinggi sejak 10 Maret 2022 atau setahun terakhir.
Pada periode tersebut, dunia tengah diliputi ketidakpastian setelah perang Rusia-Ukraina meletus pada akhir Februari 2022.
Kenaikan sebesar 3,59 persen sehari pada Jumat kemarin juga menjadi rekor tersendiri. Kenaikan sebesar 3,59 persen adalah yang tertinggi sejak 24 Maret 2020 atau tiga tahun terakhir di mana pada tanggal tersebut emas terbang 3,67 persen sehari.
Kenaikan di atas 3 persen sehari hanya pernah terjadi lima kali dalam kurun waktu lima tahun terakhir, yakni pada 3, 23, dan 24 Maret 2020, 4 November 2022, dan 23 Maret 2023.
Dalam sepekan, harga emas melambung 6,43 persen. Penguatan sebesar 6,43 persen juga menjadi rekor terbaiknya sejak Maret 2020 atau tiga tahun terakhir. Pada pekan terakhir Maret 2020 (23-27 Maret 2020), harga emas terbang 8 persen.
Harga emas terbang pada Maret 2020 karena dunia baru diguncang pandemi Covid-19. Ketidakjelasan mengenai asal muasal pandemi dan bagaimana mengatasinya membuat dunia chaos sehingga emas pun diburu investor sebagai aset aman.
Pergerakan emas dalam sepekan tidak benar-benar mulus. Tercatat dua dari lima hari perdagangan harga emas dunia ditutup di zona merah.
Kondisi bullish emas dunia memunculkan prakiraan bahwa emas akan mencapai US$3.000 per troy onz.
Pola perdagangan emas bisa menyerupai tahun 2018, ketika logam mulia menembus US$1.350 per ons setelah dana berjangka Federal mengisyaratkan pergeseran dari pengetatan ke pelonggaran. Dan hasilnya kali ini bisa jadi emas naik ke level US$3.000.
"Reli itu membawa logam ke ketinggian baru sekitar US$2.060. Kondisi tampaknya cukup untuk emas menuju ke US$3.000," kata kata ahli strategi makro senior Bloomberg Intelligence, Mike McGlone.
Diantaranya pada perdagangan Selasa (14/3/2023), di mana emas turun 0,58 persen dan berakhir di US$1.902 per troy onz. Kemudian pada perdagangan Kamis (16/3/2023) harga emas tercatat US$1.919 per tory onz, turun tipis 0,05 persen.
Meskipun demikian kenaikan emas dunia tidak bisa dibendung sehingga mencatatkan kinerja positif pada kinerja sepekan.(sumber: cnbcindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5964 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4664 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2649 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2302 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2232 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan