Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Hati-Hati Wanita Menopause dan Obesitas Juga Bisa Kena Endometriosis
beritabali.com/cnnindonesia.com/Hati-Hati Wanita Menopause dan Obesitas Juga Bisa Kena Endometriosis
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Beberapa wanita kerap merasakan sakit berlebihan saat menstruasi. Rasa sakit itu bisa muncul di masa pre-menstruasi atau saat menstruasi.
Skala nyerinya bermacam-macam. Ada rasa nyeri biasa, ada juga yang sangat parah. Bahkan beberapa orang mengaku harus dibawa ke UGD akibat rasa sakit berlebihan saat menstruasi.
Dokter kandungan di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta, Luky Satria Syahbana Marwali mengatakan saat nyeri menstruasi terasa parah, bisa jadi wanita tersebut mengalami endometriosis.
"Saat wanita mengalami sakit berlebihan ketika haid, jangan disepelekan bisa jadi dia mengalami endometriosis," kata Luky dalam media briefing yang digelar RSPI di Cipete, Jakarta Selatan, Senin (6/3).
Endometriosis sendiri kata dia merupakan penyakit kronis yang menyerang sistem reproduksi wanita. Hal ini bisa terjadi karena pertumbuhan abnormal lapisan dinding dalam rahim (endometrium) yang bisa terjadi saat wanita mengalami menstruasi.
Meskipun tidak menyebabkan kematian, tapi penyakit ini bisa menyebabkan infertilitas. Bahkan 30 hingga 50 persen penderitanya mengalami gangguan kesuburan.
"Jadi 50-50 ya. Bukan berarti semua wanita yang mengalami endometriosis tidak bisa hamil, hanya saja 50 persen wanita yang mengidap penyakit ini memang tidak bisa hamil," kata dia.
Lazimnya, penyakit ini memang menyerang wanita di usia produktif. Tapi ternyata mereka yang sudah memasuki usia menopause juga bisa mengalami endometriosis. Terutama wanita yang sudah menopause tapi mengalami obesitas.
Penyakit ini kata Luky, bisa muncul sebab lemak yang menumpuk di tubuh menghasilkan estrogen. Estrogen tersebut dapat mengaktivasi jaringan dinding rahim (endometrium) yang ada di dalam rahim.
"Orang menopause juga bisa terkena endometriosis. Jadi estrogen masalahnya, bukan cuma diproduksi di ovarium, estrogen ada yang diproduksi di lemak," kata Luky.
Oleh karena itu, sangat penting untuk menjaga kesehatan tubuh. Meskipun sudah berusia lanjut, memiliki tubuh bugar dan tidak obesitas sangat penting dilakukan.
"Jangan mentang-mentang sudah tua, jadi malas bergerak, makan sembarangan. Justru semakin itu harus semakin gencar menjaga kesehatan," kata dia.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2808 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2032 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1980 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun