Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 7 Agustus 2026
BMKG Beberkan Penyebab Fenomena Bulan Sabit Bintang Heboh di Medsos
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Fenomena tak biasa terjadi di langit pada Jumat (24/3) kemarin pada sejumlah daerah. Terlihat penampakan bulan sabit berdempetan dengan bintang. Warganet pun ramai mengabadikan momen langka tersebut dan membagikannya ke media sosial.
Kemunculan bulan sabit bintang ini menjelang waktu berbuka puasa. Bulan sabit terlihat cukup besar dan bintang di sampingnya juga terang.
BMKG pun menjelaskan penyebab di balik fenomena bulang sabit bintang. Menurut Analis Gempa Bumi BBMKG Wilayah I Medan Hanif Zarkasi, ini terjadi lantaran peristiwa konjungsi antara bumi, matahari, dan planet.
Adapun fenomena konjungsi merupakan fenomena yang terjadi saat bumi, matahari, dan planet berada dalam satu garis lurus, sejajar, atau terlihat berdekatan saat diamati di permukaan Bumi.
Hanif menyebutkan fenomena ini dapat terjadi beberapa kali dalam setahun. Hal ini tak menyebabkan efek bahaya.
Baca juga:
Fenomena Planet Sejajar, Ini Cara Melihatnya
"Fenomena berupa konjungsi benda langit ini bisa terjadi beberapa kali dalam setahun dan tidak berefek apapun terhadap Bumi, seperti potensi bahaya tsunami atau gempa bumi. Selain itu, juga tidak akan menyebabkan fenomena astronomis lainnya," pungkasnya (sumber:cnbcindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4127 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1414 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 939 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 866 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 750 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun