Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 21 September 2026
Bule Italia Sebut Bali Dijual Murah Meriah, Pelaku Pariwisata Beri Balasan Menohok
BERITABALI.COM, BADUNG.
Warga asing atau bule yang merupakan Tiktoker @Ban Maxi melontarkan kritikan kepada pemerintah dan masyarakat sendiri dengan mengatakan bahwa Bali kini dijual murah meriah.
Menurutnya, hal inilah yang menyebabkan orang kulit putih memilih pindah ke Bali karena sanggup hidup dengan nyaman di Bali dengan biaya yang sangat terjangkau.
Maka itulah, ia menyinggung kebijakan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno yang menjual Bali dengan murah menyebabkan banyak bule bermasalah di Pulau Dewata.
"Kenapa mereka orang putih itu memilih pindah ke Bali? Karena murah meriah mencret. Karena murah sekali, mereka pindah semuanya," paparnya seperti dibagikan akun TikTok @Bang Maxi yang dikutip, Jumat 24 Maret 2023.
"Kalau saya warga Negara Indonesia dan saya warga Bali, saya akan sangat-sangat malu. Karena pulau saya itu dijual murah ke kacung kampret. Nggak ada harga," jelasnya lagi.
"Jadi bule-bule yang kere di sana (di negerinya) dan nggak sanggup hidup. Mereka pindah ke Bali karena murah dan bisa makan nasi Jinggo Rp 5 ribu di jalan," ucapnya.
Menanggapi hal itu, Ketua Aliansi Pariwisata Marginal Bali, Wayan Puspa Negara membantah hal tersebut. Menurutnya, hal itu tidak lepas dari pengaruh kurs rupiah terhadap dolar. Lantas, ia menekankan perlunya melihat persoalan secara komprehensif karena pemilik akomodasi seperti guest house, inn dikelola masyarakat lokal.
"Haha.. yang jual murah siapa? bagaimana dengan kurs rupiah terhadap dollar dan Bank note lainya? Terus pelaku usaha akomodasi non bintang yang bukan punya investor besar seperti guest house, inn, home stay pension, accomodation, yang dikelola masyarakat lokal tamu apa yang menginap? Kita harus berpikir komprehensif dalam melihat pariwisata, betul kita butuh turis berkualitas tapi tata dulu blue print destinasi kita dengan baik," tandasnya.
Lebih lanjut, ia menyebut beberapa jenis turis di seluruh dunia yang tetap diterima di semua destinasi negara maju yang sesuai kemampuan dompet wisatawan asing tersebut. diantaranya:
1. Backpacker - low budget - long stay (biasa tinggal di hostel, motel, GH, Inn, Pnsn, Accm)
2. Midle low (tinggal di city hotel)
3. Midle up (tinggal di bintang 1 s/d 2, private Villa)
4. Deluxe (tinggal di bintang 3,4,5, resort & private villa)
5. Jetzet (tinggal di resort bintang 5, Bintang 5+, Pent house, Luxury villa & President suite)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8134 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5673 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3549 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2399 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan