Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 5 Agustus 2026
Pelajar SMP di Gianyar Merusak Tiang Bendera SD, Begini Akhir Persoalannya
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Seorang pelajar SMP, Kadek BDS merusak tiang bendera di SDN 4 Guwang pekan lalu. Pelajar itu awalnya masuk halaman sekolah, menarik tali bendera hingga bengkok sampai rusak. Kasus itu sempat hangat.
Atas hal tersebut Polsek Sukawati melalui Bhabinkamtibmas Desa Guwang, Aiptu I Nengah Nirka pun turun untuk menengahi perkara tersebut.
“Saya bersama Bhabinsa Desa Guwang Serma Ida Bagus Oka Bisma datang ke sekolah yang bersangkutan untuk melakukan mediasi perkara itu,” ujarnya, Senin (27/3).
Mediasi dilakukan dengan memanggil pelaku pengerusakan didampingi orang tuanya. Serta menghadirkan Kepala sekolah SDN 4 Guwang yang didampingi oleh guru SDN 4 Guwang. Selain itu juga turut menghadirkan Kepala Dusun Dangin Jalan dan Kadus Banjar Tagtag.
“Mediasi dilaksanakan di ruang guru SDN 4 Guwang. Dimana dalam mediasi tersebut diperoleh kesepakatan damai. Perkara itu tidak dilanjutkan ke proses hukum,” lanjutnya.
Kesepakatan damai juga dituangkan pada sejumlah poin. Pertama pelajar yang mengakui merusak, pelajar dan orang tuanya minta maaf, serta berjanji tidak mengulangi dan bersedia untuk memperbaiki dan menanggung seluruh biaya yang timbul. Atas mediasi itu, kepala sekolah menerima perdamaian.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 1754 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1210 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 901 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 823 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 625 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun