Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 16 Agustus 2026
Viral Lumba-lumba dan Penyu Mati di Perairan Uluwatu, Diduga Terjaring Pukat
BERITABALI.COM, BADUNG.
Viral di media sosial video berisi dua penyu dan seekor lumba-lumba mati diduga terjaring pukat oleh kapal nelayan.
Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (28/3) kemarin, di kawasan Perairan Uluwatu dan Pantai Balangan, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali.
"Tim saya sedang di lokasi untuk mencari orang yang memfilmkan tersebut dan lokasi penyu dan Lumba-lumba dikubur," kata Kepala Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar Permana Yudiarso saat dikonfirmasi, Rabu (29/3).
Dia menyebutkan, dua jenis penyu yang mati adalah lekang berusia lima dan enam bulan. Sedangkan seekor Lumba-lumba yang mati adalah jenis spinner dolphin.
"Lumba-lumba dan penyu sudah dikubur sore kemarin, dan katanya dikubur di sekitar Pantai Balangan. Tim saya sudah di sana untuk mencari kuburannya dan orang yang memvideokan itu," imbuhnya.
Dia juga menyebutkan, untuk orang yang memvideokan sedang diperiksa kepolisian. "Kita belum tahu mati karena apa, tim saya itu akan mengecek apakah terjaring pukat dari nelayan atau mungkin penyebab lain. Karena kita belum tahu, karena masih dugaan saja," imbuhnya. (sumber: merdeka.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4553 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2359 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2013 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1617 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1061 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun