Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Isu Penolakan Israel, Begini Kepastian Penyelenggara World Beach Games 2023 di Bali
bbn/cnnindonesia.com/Isu Penolakan Israel, Begini Kepastian Penyelenggara World Beach Games 2023 di Bali.
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Kepastian event olahraga World Beach Games 2023 masih tetap berlangsung di Bali dijawab oleh Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Raja Sapta Oktohari.
Hal ini menanggapi situasi yang sedang berkembang terkait penolakan Timnas Israel dimana Piala Dunia U-20 2023 terancam batal digelar di Indonesia karena ditolak Gubernur Bali I Wayan Koster.
Koster menolak wilayahnya menjadi lokasi pertandingan jika ada Israel. Pernyataan Koster ini membuat FIFA membatalkan undian atau drawing Piala Dunia U-20 2023 yang akan berlangsung 31 Maret.
Penolakan Gubernur Bali terkait Piala Dunia U-20 2023 ini dikhawatirkan berdampak pada pelaksanaan ANOC World Beach Games 2023 yang akan berlangsung di Bali pada 5-12 Agustus 2023.
"Sampai hari ini belum ada pembatalan. Dalam jiwa sportivitas olahraga itu kita akan main sampai akhir. Kita akan bertanding sampai ada hasilnya, bukan kalah sebelumnya bertanding," kata Raja Sapta.
"Semua persiapan kita lakukan, sejalan dengan semua pihak. Sampai hari ini, barusan sebelum jumpa pers saya masih memimpin rapat persiapan ANOC World Beach Games. Sejauh ini belum ada kendala," ucapnya.
Lelaki yang biasa disapa Okto ini akan terus meyakinkan bangsa-bangsa lain bahwa World Beach Games 2023 di Indonesia ini tidak akan mengalami kendala, seperti Piala Dunia U-20 2023.
Pada saat yang sama KOI terus menjalin komunikasi dengan Pemprov Bali, Menpora, dan Presiden RI Joko Widodo. Raja Sapta yakin akan ada solusi dari setiap masalah yang muncul.
"Saya kemarin sore baru balik umroh. Saya langsung komunikasi dengan pak Erick Thohir dan sorenya komunikasi dengan pak Wayan Koster. Saya melihat komunikasinya baik," kata Raja Sapta.
"Saya jelaskan ke pak Koster bahwa kami di KOI bukan kali ini saja mengadakan kegiatan seperti ini. Kami jelaskan setiap cabang olahraga punya aturan mainnya sendiri-sendiri," ujarnya. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5944 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4657 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2631 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2285 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2224 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan