Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Indonesia Batal Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20, Koster Pilih Matikan Kolom Komentar
beritabali/ist/Indonesia Batal Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20, Koster Pilih Matikan Kolom Komentar.
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Setelah FIFA resmi membatalkan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20, Gubernur Bali I Wayan Koster memilih mematikan kolom komentar di akun media sosial Instagram miliknya.
Koster menjadi sorotan usai penolakannya terhadap Timnas Israel yang rencananya akan bermain di Indonesia dalam ajang Piala Dunia U-20 2023. Terpantau semua unggahan Koster tak ada komentar dan warganet tak bisa meninggalkan pesan di laman tersebut.
Berbeda dengan Koster, akun media sosial milik Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo diserbu warganet usai FIFA membatalkan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2023.
Postingan Ganjar terbaru yang mengunggah video dirinya berkunjung ke sebuah panti jompo pun dibanjiri komentar soal Piala Dunia U-20 2023.
"Terima kasih sudah menghancurkan mimpi anak bangsa," ujar warganet di laman Instagram Ganjar.
"Semoga jadi Presiden Palestina," tulis salah satu akun menyindir Ganjar.
"Respect Gubernurku, rela menolak Israel demi menyakiti hati masyarakat sendiri," singgung warganet.
"2024 No Ganjar," tulis akun lainnya.
Tak hanya di Instagram, di Twitter pun Ganjar "dirujak" warganet.
"Saya pendukung anda jadi presiden, tapi kenapa anda menghancurkan sepakbola Indonesia?? Kalau di ban, berapa banyak pemain, pelatih wasit, dan stakeholder sepakbola yang nganggur.. Tolong bijak berpendapat," cuit warga di Twitter.
Sebelumnya FIFA membatalkan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2023 karena penolakan terkait partisipasi timnas Israel U-20.
Sejumlah kepala daerah, organisasi masyarakat hingga organisasi keagamaan menyatakan menolak kedatangan Timnas Israel di Piala Dunia U-20 yang rencananya digelar di enam provinsi, meliputi DKI Jakarta, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali.
Penolakan dari sejumlah kepala daerah yakni Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Gubernur Bali I Wayan Koster, dan Wali Kota Bengkulu Helmi Hasan, yang paling menjadi sorotan. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2808 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2032 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1983 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun