Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Cari Penyebab Matinya Paus Sperma di Pantai Yeh Malet, Tiga Dokter Lakukan Autopsi
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Tiga dokter hewan dari Unair, Perhimpunan dokter hewan Indonesia dan Udayana dibantu 6 mahasiswa bekerja sama melakukan autopsi terhadap bangkai Paus Sperma yang terdampar di Pantai Yeh Malet, Desa Antiga Kelod, Manggis, Karangasem, pada Kamis (6/4/2023).
Autopsi ini dilakukan, untuk mengetahui apa penyebab kematian paus sepanjang lebih dari 15 meter tersebut.
"Kita lakukan autopsi untuk mencari tahu penyebab kematian atau terdamparnya ikan Paus ini, ada banyak faktor yang selama ini kerap menjadi penyebab matinya ikan paus seperti karena suatu penyakit, bisa juga karena usia, tertabrak kapal serta beberapa faktor lainnya," kata Drh. Bilqis salah satu dokter hewan yang ikut melakukan autopsi.
Menurut Bilqis, ia mempunyai waktu selama 24 jam untuk melakukan autopsi secara menyeluruh, terhadap bangkai Ikan Paus seberat kurang lebih 3,5 Ton tersebut. Karena apabila melewati waktu 24 jam dari saat matinya Paus tersebut maka dibutuhkan prosedur yang berbeda dalam proses autopsi itu.
Sebelumnya Paus ini juga diduga sempat terdampar di Pantai Lepang, Klungkung, namun saat itu berhasil didorong ke tengah lautan dengan kondisi masih hidup. Namun ikan terbesar di lautan ini akhirnya mati setelah terdampar di Pantai Yeh Malet pada Rabu (5/4/2023).
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5926 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4648 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2613 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2270 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan