Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 13 September 2026
Terdepan Tolak Tim Israel, Koster: Cuma Gubernur Bali yang Bisa
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Gubernur Bali I Wayan Koster menyatakan kebanggaannya bisa menolak tim nasional Israel bertanding di Bali di ajang Piala Dunia U-20 2023.
"Orangnya kecil tapi khasiatnya besar. Coba saja, tim Israel pun ditolak, coba mana ada, tidak ada, cuma gubernur Bali yang bisa," kata Koster di depan para undangan acara penyerahan piagam penghargaan untuk para peserta lomba Ogoh-ogoh tingkat Kabupaten dan Kota se-Bali, Kamis (6/4).
Gubernur Koster jadi salah satu kepala daerah terdepan yang menolak kedatangan timnas Israel Piala Dunia U-20.
Kader PDIP ini menolak kedatangan Israel karena dinilai tak sejalan dengan kebijakan politik Indonesia terkait penjajahan terhadap Palestina.
Selain Koster penolakan juga datang dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Wali Kota Bengkulu Helmi Hasan.
Sejumlah partai politik diantaranya PDIP, PAN, PPP ikut menolak kedatangan timnas Israel.
Baca juga:
Koster Tolak Tim Israel, Penyelenggara ANOC World Beach Games Minta Solusi Tak Sebatas Menolak
Kelompok penolak mendasarkan diri pada solidaritas Indonesia terhadap Palestina yang telah dipegang sejak era Sukarno. Selain itu, kelompok ini juga menggunakan pertimbangan keamanan hingga konstitusi sebagai dasar menolak timnas Israel.
Gelombang penolakan itu diduga jadi alasan FIFA membatalkan status Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3359 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 1135 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 799 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan