Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 29 Oktober 2026
BI Matangkan Skenario 'Buang Dolar' Berjamaah di ASEAN
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Bank Indonesia (BI) mengungkapkan, di tengah momentum keketuaan ASEAN 2023, pihaknya bersama otoritas moneter se-ASEAN tengah mematangkan skenario dalam mengurangi transaksi menggunakan dolar Amerika Serikat (AS).
Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo menjelaskan, sampai akhir 2022 total transaksi mata uang lokal atau local currency transaction (LCT) dengan seluruh negara mitra telah mencapai US$ 4,1 miliar atau meningkat dua kali lipat dari tahun sebelumnya yang hanya mencapai US$ 2,5 miliar.
"Ke depan Bank Indonesia memperkirakan penggunaan fasilitas LCT oleh negara mitra akan terus meningkat seiring membaiknya iklim perdagangan dan minat untuk diversifikasi penggunaan mata uang lokal dalam perdagangan antar negara yang terus bertambah," jelas Dody kepada CNBC Indonesia, Sabtu (8/4/2023).
Pun, dari sisi pelaku, pengguna LCT juga telah mengalami peningkatan yang signifikan, dari sekira 101 pelaku pada 2018, menjadi 1.596 pelaku per akhir 2022.
Dody mengungkapkan, saat ini kerja sama LCT Indonesia sudah terjalin dengan Cina, Jepang, Malaysia, dan Thailand.
Kerjasama LCT dengan Singapura, telah ditandatangani nota kesepahaman atau MoU pada 29 Agustus 2022, dan tengah dalam tahap penjajakan implementasi pada 2023.
Sementara, untuk kerjasama LCT dengn Arab Saudi dan India sudah ada dalam rencana BI, dan saat ini penjajakannya tengah berlangsung.
Dody juga sekaligus menjawab rencana kerjsama transaksi dengan negara-negara ASEAN, terkait rencana pengurangan transaksi bilateral menggunakan dolar AS lewat kerja sama LCT.
"Dalam kondisi sekarang upaya untuk mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan mata uang dolar atau diversified currency, akan difokuskan melalui skema LCT dan kebijakan pendukung lainnya yang atraktif serta sejalan dengan mekanisme pasar," jelas Dody.
Sebagai bagian dari keketuaan ASEAN 2023, BI fokus untuk mendorong agenda pembentukan framework Local Currency Transaction untuk dapat meningkatkan penggunaan mata uang lokal di kawasan ASEAN.
"Diharapkan, pada akhir Keketuaan Indonesia di ASEAN nanti, hal ini dapat terwujud disertai dengan berdirinya task force (gugus tugas) terkait yang akan mempercepat implementasinya," ujarnya lagi.
Prinsip utama LCT, kata Dody adalah memfasilitasi perdagangan antar negara melalui skema penggunaan mata uang lokal, yang kemudian diatur dalam modalitas tersendiri dan disepakati oleh kedua belah pihak berdasarkan pricing discovery dan direct quotasi yang lebih efisien.
Berdasar beberapa pertimbangan tersebut skema LCT, menurut Dody dapat diimplementasikan lebih luas ke berbagai jenis mata uang di negara mana saja yang merupakan mitra dagang.(sumber: cnbcindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5961 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4661 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2648 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2298 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2230 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan