Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Netanyahu Resmi Larang Warga Yahudi ke Al Aqsa Hingga Akhir Ramadan
BERITABALI.COM, DUNIA.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, resmi melarang Yahudi berkunjung ke Temple Mount, situs suci yang juga berada di dalam kompleks Masjid Al Aqsa, mulai Rabu (12/4) hingga Ramadan berakhir.
Seperti diberitakan The Times of Israel, kantor Netanyahu mengumumkan keputusan ini pada Selasa, di tengah ketegangan usai Israel "dikeroyok" berbagai kubu imbas serangan polisi ke Masjid Al Aqsa pekan lalu.
Netanyahu menyatakan keputusan ini diambil berdasarkan rekomendasi Menteri Pertahanan Yoav Gallant, Kepala Staf Angkatan Bersenjata Herzi Halevi, kepala intelijen Ronen Bar, dan Komisioner Kepolisian Kobi Shabtai.
Meski demikian, Netanyahu juga memerintahkan badan-badan keamanan untuk menyiagakan cukup pasukan untuk menjaga Tembok Ratapan yang berada di dekat Temple Mount agar Yahudi tetap bisa berkunjung.
Keputusan ini diambil tak lama setelah Hamas merilis pernyataan seruan agar warga Palestina menduduki Masjid Al Aqsa dan tak angkat kaki hingga akhir Ramadan.
Mereka juga memperingatkan warga Israel agar tak berkunjung ke situs suci Yahudi di kompleks tersebut, yang kerap memicu gesekan selama Ramadan.
Terletak di kompleks Masjid Al Aqsa, Temple Mount memang merupakan salah satu situs suci bagi Yahudi. Rabi-rabi ortodoks sejak lama melarang Yahudi berkunjung ke Temple Mount karena menganggap situs itu terlalu suci.
Namun belakangan, mulai muncul pergeseran persepsi. Beberapa tahun belakangan, semakin banyak umat Yahudi berkunjung ke Temple Mount.
Berdasarkan status quo, Yahudi dan Muslim memang boleh berkunjung ke kompleks Masjid Al Aqsa. Namun, Yahudi dilarang beribadah di kompleks tersebut.
Kompleks ini kembali menjadi pusaran konflik setelah polisi Israel menyerang jemaah Muslim yang sedang beribadah di Masjid Al Aqsa pekan lalu.
Mereka berdalih bahwa sejumlah penghasut bersembunyi di dalam masjid. Menurut intelijen, para penghasut itu membawa bahan peledak yang rencananya bakal digunakan untuk menyerang Israel.
Akibat serangan di Masjid Al Aqsa itu, ketegangan kian meningkat di Israel. Negeri Zionis itu pun menjadi sasaran serangan roket dari Jalur Gaza, Suriah, dan Libanon.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5906 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4631 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2595 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2240 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan