Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 30 Oktober 2026
Menteri Keuangan AS Blak-Blakan Soal Dedolarisasi, Ungkap Biang Keroknya
beritabali.com/cnbcindonesia.com/Menteri Keuangan AS Blak-Blakan Soal Dedolarisasi, Ungkap Biang Keroknya
BERITABALI.COM, DUNIA.
Sanksi ekonomi yang dijatuhkan pada Rusia dan negara-negara lain oleh Amerika Serikat (AS) menempatkan dominasi dolar dalam bahaya karena negara-negara yang ditargetkan mencari alternatif. Hal tersebut diungkapkan sendiri oleh Menteri Keuangan AS Janet Yellen.
"Ada risiko ketika kita menggunakan sanksi finansial yang dikaitkan dengan peran dolar yang seiring waktu dapat merusak hegemoni dolar," kata Yellen kepada CNN International, Minggu (16/4/2023).
Menurutnya, hal itu menimbulkan keinginan di pihak China, Rusia, hingga Iran untuk mencari mata uang alternatif. Dengan demikian, ancaman dedolarisasi benar-benar nyata.
"Tetapi dolar digunakan sebagai mata uang global dengan alasan yang tidak mudah bagi negara lain untuk menemukan alternatif dengan sifat yang sama," tuturnya.
Menurutnya, pasar modal AS yang kuat dan supremasi hukum sangat penting dalam mata uang yang akan digunakan secara global untuk transaksi.
"Dan kami belum melihat negara lain yang memiliki dasar...infrastruktur institusional yang memungkinkan mata uangnya untuk melayani dunia seperti ini."
Yellen mencatat bahwa sanksi adalah "alat yang sangat penting", terlebih lagi bila digunakan oleh Amerika Serikat dan sekutunya sebagai "koalisi mitra yang bertindak bersama untuk menjatuhkan sanksi ini."
Ditanya tentang kemungkinan menggunakan aset Rusia yang dibekukan untuk membangun kembali Ukraina yang dilanda perang setelah invasi Moskow, Yellen mengatakan bahwa "Rusia harus membayar kerusakan yang ditimbulkannya."
Namun dia mencatat ada "kendala hukum tentang apa yang dapat kami lakukan dengan aset Rusia yang dibekukan, dan kami sedang mendiskusikan dengan mitra kami apa yang mungkin terjadi di masa depan," ujarnya.(sumber: cnbcindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5998 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4679 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2658 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2319 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2235 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan