Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 15 September 2026
Menteri Keuangan AS Blak-Blakan Soal Dedolarisasi, Ungkap Biang Keroknya
beritabali.com/cnbcindonesia.com/Menteri Keuangan AS Blak-Blakan Soal Dedolarisasi, Ungkap Biang Keroknya
BERITABALI.COM, DUNIA.
Sanksi ekonomi yang dijatuhkan pada Rusia dan negara-negara lain oleh Amerika Serikat (AS) menempatkan dominasi dolar dalam bahaya karena negara-negara yang ditargetkan mencari alternatif. Hal tersebut diungkapkan sendiri oleh Menteri Keuangan AS Janet Yellen.
"Ada risiko ketika kita menggunakan sanksi finansial yang dikaitkan dengan peran dolar yang seiring waktu dapat merusak hegemoni dolar," kata Yellen kepada CNN International, Minggu (16/4/2023).
Menurutnya, hal itu menimbulkan keinginan di pihak China, Rusia, hingga Iran untuk mencari mata uang alternatif. Dengan demikian, ancaman dedolarisasi benar-benar nyata.
"Tetapi dolar digunakan sebagai mata uang global dengan alasan yang tidak mudah bagi negara lain untuk menemukan alternatif dengan sifat yang sama," tuturnya.
Menurutnya, pasar modal AS yang kuat dan supremasi hukum sangat penting dalam mata uang yang akan digunakan secara global untuk transaksi.
"Dan kami belum melihat negara lain yang memiliki dasar...infrastruktur institusional yang memungkinkan mata uangnya untuk melayani dunia seperti ini."
Yellen mencatat bahwa sanksi adalah "alat yang sangat penting", terlebih lagi bila digunakan oleh Amerika Serikat dan sekutunya sebagai "koalisi mitra yang bertindak bersama untuk menjatuhkan sanksi ini."
Ditanya tentang kemungkinan menggunakan aset Rusia yang dibekukan untuk membangun kembali Ukraina yang dilanda perang setelah invasi Moskow, Yellen mengatakan bahwa "Rusia harus membayar kerusakan yang ditimbulkannya."
Namun dia mencatat ada "kendala hukum tentang apa yang dapat kami lakukan dengan aset Rusia yang dibekukan, dan kami sedang mendiskusikan dengan mitra kami apa yang mungkin terjadi di masa depan," ujarnya.(sumber: cnbcindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5258 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3435 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2221 Kali
De Gadjah Dorong Pariwisata Toleransi sebagai Kekuatan Bali
Dibaca: 940 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan