Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 14 Juni 2026
Korban Jiwa Perang Sudan Tembus 180, Korban Luka 1.800 Orang
BERITABALI.COM, DUNIA.
Perang saudara yang terjadi di Sudan kini telah mengakibatkan 180 orang meninggal dunia. Ada ribuan orang yang mengalami luka.
Mengutip AFP, jumlah korban yang terluka mencapai 1.800 orang buntut perang saudara terjadi dalam tiga hari terakhir.
Perwakilan PBB di Sudan Volker Perthes mengatakan perang terjadi antara tentara dengan pasukan paramiliter pimpinan jenderal yang berseteru.
Perang meletus sejak Sabtu lalu (15/4). Kontak senjata terjadi antara tentara dengan Pasukan Pendukung Cepat (RSF).
Pertempuran diduga disulut perbedaan pendapat antara RSF dan militer Sudan tentang reformasi keamanan dan integrasi RSF ke militer Sudan sebagai bagian dari proses politik.
Paramiliter RSF mengklaim telah menduduki Istana Kepresidenan Sudan, pemukiman tentara, stasiun televisi lokal dan bandara di Khartoum serta kota Merowe, El Fasher dan West Darfur. Militer Sudan menyangkal klaim ini.
Sementara itu, Militer Sudan mengimbau masyarakat untuk tetap berada di rumah.
Kepala militer Sudan Jenderal Abdel Fattah Al-Burhan mengatakan pada Al Jazeera TV bahwa RSF harus menyerah. Militer disebut tak akan bernegosiasi dengan RSF kecuali pasukannya mundur.
Sementara, Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Dagalo alais Hemedti mengatakan Burhan adalah seorang 'kriminal' dan 'pembohong'.
"Kami tahu kamu di mana bersembunyi dan akan mendapatkanmu dan menyerahkan kepadamu keadilan, atau Anda mati seperti anjing lainnya," kata Hemedti.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Kasus Penjualan Gading Gajah di Tampaksiring Masuk Tahap Penuntutan
Dibaca: 1015 Kali
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli