Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
TNI Masih Cari Satu Prajurit Yang Hilang Dalam Baku Tembak di Papua
BERITABALI.COM, NASIONAL.
TNI masih mencari satu orang prajurit yang hilang usai baku tembak dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Mugi-Mam, Nduga, Papua Pegunungan, Sabtu (15/4).
"Iya benar. Satu orang masih dalam proses pencarian. Mohon doanya mudah-mudahan bisa segera ditemukan dalam keadaan selamat," kata Kapendam XVII/Cenderawasih, Kolonel Kav Herman Taryaman saat dihubungi, Kamis (20/4).
Pada Rabu (19/4) lalu, TNI berhasil mengevakuasi empat jasad prajurit yang tewas yang meninggal dunia.
Satu di antara empat jenazah prajurit yang tewas tersebut adalah Pratu Miftahul Arifin. Tiga lainnya adalah Pratu I, Pratu K dan Prada S.
"Tim Gabungan TNI Polri berhasil menemukan 4 Prajurit TNI termasuk di dalamnya Pratu Miftahul Arifin yang dalam proses pencarian dengan kondisi meninggal dunia," ujar Herman dalam keterangan tertulisnya, Rabu.
Panglima TNI Laksamana Yudo Margono sebelumnya telah mengumumkan siaga tempur di daerah-daerah rawan di Papua setelah KKB menyerang pasukan TNI yang tengah menyisir lokasi untuk mencari pilot Susi Air, Phillips Mehrtens.
"Daerah-daerah tertentu (yang rawan) kami ubah menjadi operasi siaga tempur. Di Natuna itu ada operasi siaga tempur laut, di sini ada operasi siaga tempur darat. Artinya, ditingkatkan, dari yang tadinya soft approach, dengan menghadapi serangan seperti yang terjadi pada 15 April lalu tentunya kami tingkatkan menjadi siaga tempur," kata Yudo, Selasa.
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen)TNI Laksamana Muda (Laksda) Julius Widjojono menegaskan siaga tempur di Papua hanya digelar di daerah-daerah yang dinilai rawan serangan dan teror KKB.
Julius menjelaskan siaga tempur perlu dilakukan karena aksi KKB/kelompok separatis teroris (KST) yang semakin agresif dan mengancam keselamatan masyarakat, prajurit, juga kedaulatan NKRI.
"Siaga tempur dilakukan hanya di daerah-daerah rawan, daerah yang ditandai sebagai pusat-pusat operasi mereka (Red: KKB). Adapun secara fisik kekuatan alutsista dan persenjataan tidak ada perubahan," kata Julius.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5920 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4640 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2611 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2267 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2216 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan