Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Upacara Ngusaba di Nongan, Masyarakat Diimbau Hindari Jalan Raya Besakih
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Mengingat serangkaian upacara Ngusaba Dalem Kupa dan Dalem Nongan, Desa Adat Nongan, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem pada Hari Senin - Selasa (24-25 April 2023), masyarakat pengguna kendaraan diimbau mencari jalan alternatif yang akan melewati Jalan Raya Besakih.
"Kami mengimbau bagi pengguna kendaraan yang hendak melewati sepanjang Jalan Raya Besakih, tepatnya sepanjang Desa Nongan, Kecamatan Rendang untuk mencari jalan alternatif. Sebab sudah dipastikan akan terjadi kemacetan di sepanjang jalan tersebut. Sebab warga akan melakukan persembahyangan bersama dalam waktu bersamaan di dalam upacara Ngusaba Dalem Kupa dan Dalem Nongan," kata Bendesa Adat Nongan I Komang Yadnya didampingi Kertha Desa Gusti Ngurah Indra Kecapa di Nongan, Bali, Sabtu.
Komang Yadnya mengharapkan kepada warga pengguna kendaraan atau pun warga yang akan melewati sepanjang Jalan Raya Besakih tersebut. Sebab pada puncak Ngusaba Desa Nongan warga adat yang mencapai ribuan orang akan melakukan ritual sembhyang bersama dari titik central, pasar Desa Adat Nongan sampai ke areal pura Dalem Nongan dan Pura Dalem Kupa.
"Upacara ritual Ngusaba Dalem telah menjadi tradisi yang dinanti setiap tahun secara turun menurun oleh Krama Desa Adat Nongan yang jatuh pada pinanggal ping tiga sasih jyesta," kata Komang Yadnya.
Indra Kecapa, selaku Kertha Desa Nongan, dan sekaligus humas panitia menjelaskan ritual aci Ngusaba dan Ida Bhatara memasar bertujuan sebagai ungkapan rasa puji syukur atas Waranugraha Ida Sang Hyang Widhi Wasa (Tuhan Yang Maha Esa) yang telah dilimpahkan-Nya.
Yang menjadi daya tarik, menurut Indra Kecapa bahwa saat aci Ngusaba Dalem Kupa dan Dalem Nongan juga dipentaskan tari sakral oleh anak-anak binaan sanggar Pasraman Nongan sebagai "maskot" tarian Rejang Pala dan Baris Kumbang yang sudah berusia ratusan tahun, tarian ini direvitalisasi tahun 2017 atas kerja sama dengan tim ISI Denpasar.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2804 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2030 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1975 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun