Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 29 Oktober 2026
Perang Terus Membara, RI Evakuasi WNI dari Sudan Hari Ini
BERITABALI.COM, DUNIA.
Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi memastikan pemerintah akan mengevakuasi Warga Negara Indonesia (WNI) dari Sudan.
Evakuasi ini dilakukan lantaran perang saudara antara paramiliter Rapid Support Force (RSF) dan militer Sudan terus memburuk di Ibu Kota Khartoum. Sejauh ini, lebih dari 400 orang tewas imbas perang, termasuk sembilan anak-anak.
"Rencana awal, seluruh WNI akan dievakuasi dengan memanfaatkan gencatan senjata yang ada. Namun demikian, karena adanya pembatasan bahan bakar untuk bus yang akan mengangkut para WNI, maka evakuasi tidak dapat dilakukan dalam satu tahap," ujar Retno dalam keterangan video, Senin (24/4).
Retno menjelaskan sebanyak 538 WNI telah tiba di Kota Port Sudan pada pukul 01.00 waktu setempat atau 06.00 WIB hari ini. Ia menyebut terdapat 289 WNI lainnya, yang sebagian besar mahasiswa dan 5 pekerja perusahaan, akan dievakuasi pada tahap kedua pada kesempatan pertama.
"Alhamdullilah, pada pukul 01.00 dini hari waktu setempat atau pukul 06.00 pagi WIB pada hari ini, 538 WNI telah tiba dengan selamat di Kota Port Sudan, yang terdiri dari Perempuan 273, Laki laki 240, dan Balita 25. WNI yang dievakuasi sebagian besar mahasiswa Indonesia, Pekerja Migran Indonesia, karyawan perusahaan Indofood dan staf KBRI beserta keluarganya," jelas Retno.
Retno menyebut ini merupakan evakuasi tahap 1 yang dipimpin langsung oleh Dubes RI di Khartum. Ia menyebut evakuasi dilakukan dengan menggunakan delapan bus dan satu mini bus KBRI.
Evakuasi tahap 1 ini berangkat dari Khartoum pada Minggu (23/4) pukul 08.00 waktu setempat atau 13.00 WIB. Perjalanan darat Khartoum ke Sawakin/Port Sudan memerlukan waktu tempuh sekitar 15 jam atau sekitar 830 km melalui kota Atbara, Damir dan Mismar dan kota pelabuhan Sawakin.
Terdapat sekitar 15 pos pemeriksaan sepanjang perjalanan.
"Saat ini, 538 WNI tersebut sedang beristirahat di rumah persinggahan di Port Sudan sebelum keberangkatan menuju Jeddah melalui jalur laut. Insya Allah persiapan untuk kepulangan ke Indonesia juga terus dilakukan," imbuh dia.
Sementara itu, TNI akan memberangkatkan pesawat militer dan personel untuk mengevakuasi WNI siang hari ini.
Pesawat akan diberangkatkan pada siang ini, Senin (24/4) dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Panglima TNI Laksamana Yudo Margono dan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Fadjar Prasetyo dijadwalkan hadir untuk melepas keberangkatan tim evakuasi.
"Betul (TNI berangkatkan pesawat dan personel)," kata Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Laksamana Muda (Laksda) Julius Widjojono saat dihubungi, Senin.
Julius mengatakan pihaknya bakal menyampaikan informasi detail soal keberangkatan itu nanti.
Sementara itu, Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara (Kadispenau) Marsma Indan Gilang mengatakan pesawat yang diberangkatkan adalah Boeing B-737.
"Iya betul. Rencananya jam 14.00," kata Indan.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5957 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4661 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2648 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2297 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2230 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan