Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 19 September 2026
Rusia Diduga Sembunyikan Bunker Moskow Sebelum Invasi Ukraina
BERITABALI.COM, DUNIA.
Rusia disebut sempat bergegas menyembunyikan informasi tentang bunker rahasia di Moskow, beberapa hari sebelum memulai invasi ke Ukraina. Informasi bunker ini berasal dari materi kuliah sejarahwan yang ditayangkan di Youtube.
Layanan Federal Rusia untuk Pengawasan Komunikasi, Teknologi Informasi dan Media Massa atau dikenal Roskomnadzor meminta Youtube menghapus video sejarawan Dmitry Yurkov itu yang dibuat pada April 2021.
Video itu berisi diskusi Yurkov mengenai buku karyanya berjudul "Soviet 'Secret Bunkers' Urban Special Fortification of the 1930s-1960s".
Newsweek yang mengutip pemberitaan Meduza menjelaskan bahwa Yurkov menyoroti secara khusus 'Bunker 703' di Moskow yang dideklasifikasi pada 2018 dan kini beroperasi sebagai museum. Kuliah itu dirilis di kanal Youtube "Underground Moscow" yang dijalankan oleh staf museum.
Menurut Meduza, Roskomnadzor meminta video itu dihapus pada pada Februari 2022, tepat sebelum Presiden Rusia Vladimir Putin melancarkan invasi ke Ukraina.
Karyawan Roskomnadzor disebut menulis kepada layanan dukungan hukum Youtube dan menyebut bahwa kuliah tersebut diduga mengungkap "informasi yang merupakan rahasia negara" dan bahwa "informasi ini digunakan untuk kepentingan pertahanan negara."
Roskomnadzor mengutip putusan Rusia pada Desember 2021 dari pengadilan di Moskow bahwa informasi ini "relevan dan tidak tunduk pada deklasifikasi."
Pada Maret 2022, badan itu kembali mengirim pemberitahuan lain ke Youtube dan menuntut agar video itu segera dihapus.
Tidak jelas apakah video itu benar berisi "materi rahasia". Namun Meduza mengutip seorang mantan karyawan museum yang mengaku bahwa setelah buku Yurkov terbit, ia mulai menerima surat resmi dari kantor kejaksaan dan peringatan dari badan pengawas bahwa mereka sedang memeriksa penyebaran informasi yang mengandung rahasia negara.
Yurkov sendiri sejauh ini mengatakan bahwa informasi yang dimaksud tidak ada dalam video kuliahnya.
Sementara itu, Youtube dan Kementerian Luar Negeri Rusia belum memberikan respons soal ini.
Roskomnadzor merupakan badan eksekutif federal yang bertanggung jawab untuk mengawasi media, termasuk media elektronik, komunikasi massa, teknologi informasi dan telekomunikasi.
Badan ini juga mengklaim mengawasi kepatuhan terhadap hukum yang melindungi kerahasiaan data pribadi yang sedang diproses serta mengatur layanan frekuensi radio.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 7664 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5625 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3526 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2385 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan