Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 13 September 2026
Kisruh Tapal Batas Desa Adat Kuta-Pemogan Coba Dimediasi Pemkab Badung Hari Ini
BERITABALI.COM, BADUNG.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Badung I Wayan Adi Arnawa mengatakan permasalahan tapal batas antara Desa Adat Kuta dan Desa Adat Pemogan, Denpasar bakal diselesaikan secara musyawarah dengan mempertemukan kedua belah pihak pada hari ini, Rabu (26/4/2023).
"Ya sesuai rapat kami di Pemkab, serta pertemuan kami juga dengan lembaga dan dinas terkait di provinsi (Pemprov Bali), diputuskan itu (pertemuan dua pihak). Jadi akan ada persamaan persepsi lah istilahnya terkait batas desa ini," jelasnya, Selasa (25/4/2023) saat dikonfirmasi di Badung.
Baca juga:
Sekda Badung Soal Bangunan Gapura di Tapal Batas Desa Adat Kuta-Pemogan: Pasti Kita Bongkar
Dirinya mengatakan, telah menyerahkan sepenuhnya persoalan adat itu kepada dua belah pihak. Pemkab Badung, menurutnya akan senantiasa menjadi penengah, sekaligus memberikan ruang terkait penyelesaian masalah tapal batas ini.
Dirinya memaparkan, jika merujuk pada batas wilayah kabupaten secara administratif, lokasi gapura Desa Adat Pemogan disebut berada di wilayah Kabupaten Badung. Bahkan, pembangunannya dinilai telah melanggar karena memanfaatkan Ruang Milik Jalan (Rumija).
"Apalagi nanti pada tahun perubahan rencana kan ada pembangunan trotoar di kawasan itu. Jadi tidak bisa karena itu masuk wilayah Badung secara administratif," tutup Arnawa.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3360 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 1228 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 800 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan