Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 30 Oktober 2026
Pemerintah Pusat Plin Plan, Warga Desa Adat Sidakarya Pasang Baliho Dukung Tersus LNG
beritabali/ist/Pemerintah Pusat Plin Plan, Warga Desa Adat Sidakarya Pasang Baliho Dukung Tersus LNG.
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Kabar Pemerintah Pusat yang dinilai plin plan, memancing warga Desa Adat Sidakarya kembali menyatakan keseriusannya untuk mendukung pembangunan Terminal Khusus (Tersus) Liquefied Natural Gas (LNG).
Untuk membuktikan dukungannya kali ini, ratusan warga langsung memanas dan demo dengan turun bersama ke jalan untuk memajang Baliho dan spanduk di sejumlah titik strategis di jalan wilayah Desa Adat Sidakarya.
Tidak main-main, sejumlah Baliho terkait berisi tulisan 'Kami segenap elemen masyarakat Desa Sidakarya menyatakan mendukung dibangunnya Tersus LNG di kawasan perairan selat Bali di Pesisir Desa Sidakarya guna mewujudkan Bali mandiri energi bersih'. Disusul spanduk bertuliskan 'Dari Bali Kita Buat Terang Indonesia dengan Membangun LNG di Sidakarya'.
Bendesa Adat Sidakarya Ketut Suka mengatakan rencana pembangunan LNG sebagai wujud nyata masyarakat Adat Sidakarya terhadap Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali, sebagaimana telah memprakarsai agar terwujudnya Bali energi bersih.
"Dukungan ini terhadap Gubernur Bali mengenai pembangunan terminal LNG di wilayah Desa Adat Sidakarya. Kedepannya, energi dan pembangkit listrik di Bali, agar ramah lingkungan," ujar Suka, Rabu (26/4).
Pemasangan 5 baliho dan 10 spanduk di wilayah Desa Adat Sidakarya, seperti di sekitar areal Jalan By Pass Ngurah Rai, dan areal Pantai Sidakarya yang dipasang serentak. Pembangunan Tersus LNG di Kawasan Perairan Selat Bali di Pesisir Desa Sidakarya guna mewujudkan Bali Mandiri Energi Bersih, ditunjukkan secara kompak dengan memasang baliho-spanduk dan berjalan kaki sambil membawa baliho yang juga diiringi baleganjur.
"Mudah-mudahan dengan pemasangan baliho ini sebagai wujud nyata, sekaligus harapan masyarakat akan terwujudnya pembangunan Tersus LNG. Semoga pemimpin kita mau mendengar suara-suara masyarakat kecil," jelasnya.
Ditegaskan Suka, dengan ada dukungan masyarakat Sidakarya terhadap rencana pembangunan Tersus LNG, maka diharapkan proyek ini dapat segera terwujud.
"Jadi tidak hanya masyarakat Sidakarya saja, tetapi ini kan untuk Bali. Alangkah baiknya kita mendukungnya, Bali energi bersih dari Sidakarya," tegasnya.
Perbekel Desa Adat Sidakarya I Wayan Madrayasa, SH., menambahkan keberadaan Tersus LNG diharapkan mampu melepaskan Bali kedepannya agar tidak tergantung dengan listrik dari Pulau Jawa.
"Kami hari ini (Rabu) menyampaikan dukungan terhadap program pemerintah, terutama Pak Gubernur. Ini baru awal pemasangan baliho dan spanduk, kalau ini tidak ditanggapi mungkin kita akan kerahkan lebih besar, hal ini supaya pemerintah pusat dapat berpikir bahwa energi bersih ini sangat kita butuhkan di masyarakat. Di mana Bali supaya terlepas dari ketergantungan listrik dari Jawa," bebernya.
Dukungan turun dari seluruh Desa Adat Sidakarya, sehingga akan menjadi kekuatan dalam mendukung Tersus LNG. Ada 5 banjar adat; Br. Dukuh Mertajati, Br. Sari, Br. Tengah, Br. Sekar Kangin, dan Br. Suwung Kangin, sekaligus juga didukung 12 Banjar Dinas.
"Kami sudah melakukan paruman, di mana seluruh elemen masyarakat kami sangat mendukung program tersus LNG ini," pungkasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 6001 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4682 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2660 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2323 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2238 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan