Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Pentagon: Drone Militer AS Melihat UFO di Timur Tengah
BERITABALI.COM, DUNIA.
Pentagon pada Rabu (19/4/2023) merilis video yang diambil drone MQ-9 Reaper AS setelah menemukan objek terbang tak dikenal (UFO) yang meluncur di atas Timur Tengah. Insiden itu, yang dilaporkan tahun lalu, adalah pertemuan pertama pesawat tak berawak dengan apa yang oleh militer dinamai Unexplained Anomalous Phenomena (UAP).
Menjelaskan konten video selama sidang Senat, Sean Kirkpatrick, direktur All-domain Anomaly Resolution Office (AARO) Pentagon, mencantumkan atribut "bola logam" yang cerah dan berkilauan yang dilihat oleh drone militer.
"Perak. Tembus cahaya. Metalik. 10.000 hingga 30.000 kaki (di udara) dengan kecepatan nyata dari stasioner ke mach hingga tidak ada pembuangan panas yang biasanya terdeteksi," papar dia.
Dia mencatat, “Objek tersebut telah berperilaku konsisten dengan pengamatan 'bola logam' lainnya di wilayah tersebut."
Di masa lalu, seorang pengamat manusia sangat diperlukan untuk penampakan UFO, karena penilaian manusia sebelumnya diperlukan untuk menentukan apakah pergerakan pesawat melebihi jangkauan yang dimungkinkan dengan teknologi yang ada.
Namun, kamera Reaper dapat melacak dan mengikuti bola tersebut tanpa kehadiran pilot manusia. Kirkpatrick tidak mengesampingkan bahwa bola itu bisa menjadi "teknologi terobosan musuh", tetapi mengatakan itu juga bisa termasuk dalam judul "objek atau fenomena yang diketahui" atau "makhluk luar angkasa".
“Namun, sebagian besar waktu, AARO berhasil menentukan apa yang menjadi buruannya di udara,” kata Kirkpatrick kepada Senat.
Dia mengisyaratkan dia bahkan telah memberi tahu Departemen Pertahanan dan pejabat intelijen bahwa musuh asing AS memiliki teknologi yang sama sekali tidak disadari Washington.
AARO didirikan pada bulan Juli dengan tujuan menyatukan semua Departemen Pertahanan dan upaya badan federal lainnya untuk mendeteksi, mengidentifikasi, dan mengaitkan "anomali, ruang tak dikenal, objek udara, terendam, dan transmedium."
Departemen itu didirikan setelah RUU Senat tahun sebelumnya menuntut badan intelijen AS menumpahkan nyali mereka tentang "fenomena udara tak dikenal" hingga membuat para anggota parlemen punya lebih banyak pertanyaan daripada jawaban.(sumber: sindonews.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3876 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2181 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2009 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1923 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1785 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun