Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Gaya Hidup dan Cuaca Memengaruhi Kesehatan Kulit
BERITABALI.COM, BADUNG.
Gaya hidup dan kondisi cuaca ekstrem ditengarai mampu mempengaruhi kondisi kesehatan kulit menjadi kusam dan menjadi kurang sehat.
Dalam upaya mengatasi hal tersebut pemberian nutrisi pada kulit sangat penting di perhatikan sejak dini sehingga kulit menjadi lebih sehat.
"Paparan sinar matahari, pengaruh usia, nutrisi, serta sering beraktivitas di bawah matahari akan mempengaruhi kondisi faktor nutrisi microbiome yang harusnya bagus," jelas Dokter Spesialis Kulit, Dr dr Eka Ciptasari SpKK, FINSDV, Kamis (1/6/2023) di Kuta, Badung.
Menurutnya, faktor lainnya gaya hidup yang sehat juga penting diperhatikan agar kulit menjadi lebih sehat.
"Sebenarnya ada banyak faktor berperanan penting untuk kesehatan kulit. Kita juga mesti menggunakan sunscreen dan memilih prodak skincare yang tentunya mengandung bahan-bahan yang baik untuk kulit kita jangan yang bersifat keras, atau merusak, dan mengexfoliasi pengelupasan yang berlebihan," paparnya.
Ciptasari menambahkan, peranannya bukan sebagai filter jadi, peranannya adalah lebih memberi nutrisi atau memberi satu kandungan yang dapat membuat microbiome kita menjadi normal atau menjadi sehat.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2807 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2031 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1977 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun