Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 29 Oktober 2026
Jepang Gelontorkan Rp370 T Demi Atasi Resesi Seks, Perbanyak Penduduk
beritabali.com/cnnindonesia.com/Jepang Gelontorkan Rp370 T Demi Atasi Resesi Seks, Perbanyak Penduduk
BERITABALI.COM, DUNIA.
Jepang akan mengucurkan US$25 miliar atau Rp370,63 triliun (asumsi kurs Rp14.825 per dolar AS) untuk mengatasi penurunan angka kelahiran yang kerap disebut juga sebagai fenomena resesi seks.
Istilah resesi seks mengacu pada penurunan gairah seseorang untuk berhubungan seks, memiliki anak, dan menikah yang disebabkan banyak berbagai faktor.
Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida mengatakan uang tersebut akan diberikan langsung ke masyarakat dalam bentuk subsidi. Adapun bantuan itu diberikan untuk biaya pendidikan dan perawatan prenatal, hingga promosi kerja yang fleksibel dan cuti ayah.
Subsidi sebesar Rp370,63 triliun itu akan diberikan oleh pemerintah Jepang selama tiga tahun ke depan. Selain itu, Kishida juga akan membuat kebijakan demi meningkatkan pendapatan bagi kaum muda dan generasi yang mengasuh anak.
"Kami akan bergerak maju dengan langkah-langkah ini untuk melawan penurunan angka kelahiran tanpa meminta masyarakat menanggung beban lebih lanjut," katanya seperti dikutip dari Channel News Asia, Jumat (2/6).
Masalah resesi seks memang tengah melanda beberapa negara, China dan Korea Selatan salah satunya. Namun, masalah resesi seks paling akut memang terjadi di Jepang.
Negara berpenduduk 125 juta ini mencatat kurang dari 800 ribu kelahiran tahun lalu. Angka ini menjadi yang terendah sejak pencatatan dimulai, sementara biaya perawatan lansia melonjak.
Negeri Sakura memiliki populasi tertua kedua di dunia setelah Monako. Aturan imigrasi yang relatif ketat, ditambah resesi seks, membuat Jepang kekurangan tenaga kerja yang terus meningkat.
Di sisi lain, kebijakan subsidi Rp370,63 triliun yang diambil Kishida tadi menuai kritik. Pasalnya, Kishida dinilai gagal untuk mengidentifikasi sumber pendanaan selain pemotongan pengeluaran di tempat lain dan meningkatkan ekonomi.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5948 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4658 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2643 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2290 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2226 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan