Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 29 Oktober 2026
Rusia Siap Kirim Kapal Selam Siluman 'Black Hole' ke Armada Pasifik
BERITABALI.COM, DUNIA.
Militer Rusia akan mengirimkan salah satu kapal selam siluman canggih terbarunya ke Armada Pasifik dalam beberapa bulan ke depan.
Media pemerintah Rusia, Izvestia, mengungkap kapal selam diesel-listrik Ufa akan bergerak dari Laut Baltik ke Pasifik pada musim gugur atau sekitar Oktober 2023.
Ufa adalah salah satu kapal selam diesel listrik bagian dari Project 636.3, yang disebut-sebut sebagai kapal selam siluman canggih.
Ufa juga dijuluki sebagai "Black Hole" atau lubang hitam, dan diyakini sebagai salah satu kapal selam paling tenang di dunia.
Laporan Izvestia, sebagaimana dikutip Newsweek, menyebut pengerahan kapal selam diesel listrik Ufa penting, karena kawasan Asia Pasifik menjadi arena konfrontasi antara kekuatan besar seperti China dan Amerika Serikat.
Operasi bawah laut Rusia telah menarik perhatian dunia dalam beberapa bulan terakhir. Para pengamat menilai kapal selam Moskow termasuk armada paling tangguh di dunia, sehingga bisa menimbulkan ancaman yang lebih besar bagi negara-negara anggota NATO.
Berbeda dengan Angkatan Laut AS yang hanya mengoperasikan kapal selam bertenaga nuklir, Rusia juga mengerahkan kapal selam bertenaga konvensional untuk operasi bawah laut.
Menurut data Nuclear Threat Initiative (NTI), Rusia saat ini memiliki sekitar 21 kapal selam diesel listrik.
Pada tahun 2016 melalui Project 636.3, Rusia menandatangani kontrak pembuatan enam kapal selam. Dari kontrak ini, kapal selam pertama telah meluncur pada Maret 2019.
November 2022 lalu, Admiralty Shipyards selaku produsen kapal selam Project 636.3 mengatakan kapal keempat, Ufa, telah diterima di Armada Pasifik. Kapal selam kelima dalam seri ini, Mozhaisk, diluncurkan pada akhir April 2023.
Laporan media pemerintah Rusia, TASS, menyebut Armada Laut Hitam Rusia juga memiliki kapal selam Project 636.3 dan secara aktif terlibat dalam operasi militer khusus Rusia di Ukraina.
Dari kapal selam ini, militer Rusia bisa menembakkan rudal jelajah untuk menyerang sasaran.
Kapal selam ini memiliki panjang 240 kaki, dan dapat melakukan perjalanan dengan kecepatan hingga 20 knot. Kapal selam penyerang diawaki oleh 52 orang awak, dan dilaporkan dapat bertahan di laut selama 45 hari.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5961 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4661 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2648 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2298 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2230 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan