Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Pasukan Putin Pecah-Belah, Wagner Tangkap Tentara Rusia
BERITABALI.COM, DUNIA.
Pasukan Presiden Vladimir Putin di Perang Rusia dan Ukraina kini "pecah-belah". Keretakan makin terlihat antara tentara bayaran Wagner dengan tentara Kremlin.
Wagner bahkan dilaporkan menangkap seorang komandan Rusia. Dalam sebuah video yang diposting di saluran media sosial milik pemimpinnya Yevgeny Prigozhin, sebagaimana dimuat The Guardian Senin (5/6/2023), terlihat bagaimana komandan Brigade ke-72 Rusia Letnan Kolonel Roman Venevitin diinterogasi.
Ia memberi tahu telah memerintahkan pasukannya untuk menembak konvoi Wagner. Namun menurutnya, hal tersebut dilakukan saat mabuk.
Dalam rekaman yang menyerupai klip tawanan tentara perang, Venevitin juga mengatakan dia bertindak karena "ketidaksukaan pribadinya" terhadap Wagner. Ia kemudian meminta maaf.
Penangkapan ini terjadi persis setelah pekan lalu, Prigozhin menuduh tentara Rusia mencoba meledakkan anak buahnya. Padahal kala itu, Wagner tengah mundur dari kota Bakhmut, di Ukraina timur, yang jadi medan utama perang.
Bukan sama di situ, dalam update AFP Selasa (6/6/2023), Prigozhin juga kembali mengeluarkan pernyataan ketus ke pasukan Kremlin. Ini terkait klaim Rusia yang berhasil menggagalkan serangan balasan Ukraina, Senin-Minggu.
Ia mengatakan adalah sebuah mimpi ketika pasukan Putin mengatakan membuat kemajuan besar di Ukraina dan membunuh banyak pasukan Kyiv. Sebelumnya, meski Ukraina menegaskan kemenangan di sejumlah wilayah pertempuran Bakhmut, Rusia mengatakan telah menewaskan 1.500 lebih pasukan Zelensky dan menghancurkan 100 kendaraan lapis baja.
"Untuk menghancurkan satu setengah ribu orang, itu pasti pembantaian, dalam satu hari, lebih dari 150 kilometer (90 mil), pembantaian yang luar biasa," katanya.
"Fantasi liar," tegasnya lagi.
Ia malah menegaskan justru Ukraina-lah yang menang. Pasukan Rusia, katanya, perlahan meninggalkan wilayah Bakhmut, yang menurutnya "aib".
Prigozhin diketahui telah terlibat dalam pertengkaran publik dengan tentara reguler Rusia. Ia menuduh pimpinan militer Moskow tidak memasok cukup amunisi untuk anak buahnya.(sumber: cnbcindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5933 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2617 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2272 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan