Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 29 Oktober 2026
PBB Soal Bendungan Raksasa Ukraina Meledak: Air Minum Warga Terancam
beritabali.com/cnnindonesia.com/PBB Soal Bendungan Raksasa Ukraina Meledak: Air Minum Warga Terancam
BERITABALI.COM, DUNIA.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres buka suara usai Bendungan Nova Kakhovka di Kherson, Ukraina, meledak dan memicu banjir di sejumlah kawasan pada Selasa (6/6).
Guterres mengatakan kehancuran bendungan raksasa itu merupakan konsekuensi lain dari invasi Rusia di Ukraina yang belum juga berhenti.
"Serangan ke warga sipil dan infrastruktur sipil penting harus dihentikan. Kita harus bertindak untuk memastikan akuntabilitas dan penghormatan terhadap hukum kemanusiaan internasional," ujar dia kepada reporter, seperti dikutip Reuters.
Guterres lantas mengatakan insiden tersebut sebagai bencana kemanusiaan, ekonomi, dan ekologis.
"Setidaknya 16.000 orang kehilangan rumah mereka, dan berisiko kehilangan pasokan air minum yang aman dan bersih bagi ribuan warga lain," ujar Guterres.
Dia lalu mengatakan PBB tengah berkoordinasi dengan pemerintah Ukraina untuk memberi bantuan termasuk air minum dan penjernih air.
Selain itu, Guterres mengatakan PBB belum mendapat informasi independen terkait bagaimana bendungan itu diledakkan.
Menanggapi serangan ke bendungan itu, Dewan Keamanan PBB disebut menggelar pertemuan pada Selasa, sesuai permintaan Rusia dan Ukraina.
Dalam rapat itu, Ukraina menuduh Rusia melakukan "tindakan terorisme ekologi dan teknologi." Sementara itu, Negeri Beruang Merah menggambarkan ledakan tersebut merupakan aksi sabotase yang sengaja dilakukan Ukraina.
Bendungan Kakhovka diledakkan pada Selasa. Dalam video yang beredar, air tampak melonjak melalui sisa-sisa tanggul setelah meledak. Ketinggian air itu naik beberapa meter dalam hitungan jam dan melintasi zona perang.
Kini, ketinggian air di Nova Kakhova mencapai 12 meter. Sekitar 14 permukiman terdampak banjir dan 80 permukiman berpotensi terendam.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5948 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4658 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2643 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2290 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2226 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan