Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 16 Oktober 2026
30 Hari Tidak Turun Hujan, Masyarakat Buleleng Diminta Waspadai Potensi Kekeringan
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Masyarakat Buleleng diminta mewaspadai potensi kekeringan di wilayah Bali bagian utara.
“Waspadai potensi kekeringan karena sudah tidak turun hujan lebih dari 30 hari,” kata Koordinator Bidang Data dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah III, I Nyoman Gede Wiryajaya di Denpasar, Rabu, 21 Juni 2023.
Berdasarkan pengamatan terakhir yang diperbarui pada Selasa, 20 Juni 2023, wilayah di Bali bagian utara yang diperkirakan kekeringan, yakni di Kecamatan Buleleng, Kubutambahan, dan Tejakula di Kabupaten Buleleng, serta sebagian wilayah di Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem.
Sedangkan wilayah lain di Bali, sudah tidak turun hujan dalam kurun waktu tujuh hingga 30 hari. Meski begitu, beberapa wilayah di Bali diperkirakan masih berpeluang terjadi hujan pada 21-30 Juni 2023, yakni di Kabupaten Badung dan Kabupaten Gianyar.
Kemudian di Kabupaten Tabanan tersebar di Kecamatan Selemadeg, Selemadeg Timur, Penebel, Marga, Kerambitan, Tabanan, Baturiti. Selain itu, di Kabupaten Klungkung di Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, dan Dawan. Kemudian di Kabupaten Karangasem di Kecamatan Rendang, Sidemen, Manggis, dan Bebandem.
Adapun perkiraan suhu maksimal rata-rata diperkirakan 32 derajat Celsius dan rata-rata suhu minimal mencapai hingga 22 derajat Celsius. Sedangkan kecepatan angin diperkirakan hingga 40 kilometer per jam yang bergerak dari timur-selatan.
BMKG mengelompokkan wilayah di Bali ke dalam 20 zona musim (zom). Dari jumlah itu, 19 zom sudah memasuki kemarau dan satu zom baru terindikasi memasuki musim kemarau. Satu zom itu, yakni wilayah Buleleng bagian tengah dan selatan, Tabanan bagian utara, dan Badung bagian utara.
BMKG memperkirakan puncak musim kemarau di Bali terjadi pada Juli hingga Agustus 2023. BMKG Wilayah III Denpasar telah menyosialisasikan potensi curah hujan rendah dari dari 50 milmeter per dasarian (10 hari) kepada delapan provinsi di bawah pengamatan termasuk Bali.
"Kami setiap tahun selalu memberikan prakiraan awal musim hujan dan musim kemarau dan imbauan kepada gubernur terkait peringatan dini waspada kebakaran hutan dan curah hujan tinggi," ucap dia. (sumber: medcom.id)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4400 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2059 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1940 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1588 Kali
Sidak Cafe di Payangan, Polisi dan BNN Gianyar Tes Urine 21 Orang
Dibaca: 1431 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan