Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Cara Membedakan Kesedihan dan Depresi, Jangan Dianggap Sepele
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Penyanyi asal Hong Kong Coco Lee meninggal dunia pada Rabu (5/7) usai mengalami koma akibat upaya bunuh diri. Penyanyi yang hit di era 1990-an itu mengalami depresi selama bertahun-tahun.
Depresi tak bisa dianggap sepele. Dalam kasus yang parah, depresi bisa berujung pada upaya seseorang untuk mengakhiri hidup.
Sayangnya, depresi kerap disamakan dengan kesedihan yang biasa. Padahal, keduanya berbeda. Penting bagi Anda untuk memahami cara membedakan kesedihan dan depresi.
Depresi adalah kondisi medis yang kompleks. Tak hanya memengaruhi kesehatan mental, tapi juga fisik.
Beda kesedihan dan depresi
Jangan sama ratakan kesedihan dan depresi. Pasalnya, kedua kondisi tersebut jelas berbeda.
Kesedihan adalah emosi normal yang dialami setiap orang saat dihadapi dengan situasi tertentu. Namun, kesedihan biasanya akan membaik saat seseorang telah meluapkannya dengan menangis atau bercerita melampiaskannya.
Sementara depresi adalah gangguan mental yang bisa berpengaruh terhadap kehidupan sehari-hari dalam jangka panjang.
Mengutip Medical News Today, salah satu cara membedakan kesedihan dan depresi adalah dengan memperhatikan berapa lama kondisi tersebut berlangsung.
Kesedihan biasanya berlalu seiring berjalannya waktu. Jika tidak berlalu, atau saat seseorang tak bisa menjalankan fungsi normalnya, maka itu bisa menjadi tanda depresi.
Jika suasana hari bertahan atau bahkan memburuk selama lebih dari dua minggu, maka Anda disarankan untuk berkonsultasi dengan ahli.
Gejala depresi yang jarang disadari
Kemiripannya dengan rasa sedih membuat gejala depresi juga menjadi kabur. Sering kali beberapa gejala depresi tak disadari.
Baca juga:
4 Langkah Mengatasi Depresi Pada Remaja
Untuk memahami lebih lanjut, berikut beberapa gejala depresi yang sering tak disadari, mengutip Healthline:
- kehilangan minat pada hal-hal yang sebelumnya disukai, termasuk penurunan gairah seks,
- rasa lelah yang meningkat tanpa alasan,
- sering sulit tidur atau terlalu banyak tidur,
- sering merasa cemas dan gelisah,
- emosi yang tidak terkendali,
- perubahan nafsu makan, bisa jadi malas makan atau terlalu banyak makan,
- sering mengkritik atau menyalahkan diri sendiri,
- kehilangan konsentrasi,
- keluhan fisik tanpa alasan seperti sakit punggung, masalah pencernaan, dan sakit kepala,
- sering memikirkan keinginan untuk bunuh diri.
Demikian penjelasan mengenai cara membedakan kesedihan dan depresi. Pahami perbedaan dari keduanya agar mendapatkan penanganan yang tepat.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5937 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4653 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2622 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2279 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2221 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan