Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 April 2026
Temuan 'Aneh' di Rumah Bos Wagner: Rambut Palsu Hingga Kamar Pasien
BERITABALI.COM, DUNIA.
Badan Keamanan Federal Rusia (FSB) menggerebek salah satu rumah milik bos tentara bayaran Wagner Group, Yevgeny Prigozhin, dan menemukan sejumlah benda "aneh" di dalam rumah tersebut.
Dalam rekaman video yang ditampilkan televisi Rossiya-1, penggerebekan itu diperkirakan dilakukan pada Sabtu (24/6) atau sehari sebelum Prigozhin dan Wagner melakukan upaya pemberontakan ke Rusia.
Dilansir Reuters, rekaman penggerebekan menunjukkan ada banyak kotak yang diisi penuh mata uang Rusia rubel di kantor dan bundelan uang dolar di kediaman mewah Prigozhin.
Tak hanya itu, petugas juga menemukan gudang senjata dan koleksi rambut palsu di rumah tersebut.
FSB juga menyita senjata dan selongsong peluru, beberapa paspor, koleksi rambut palsu dengan macam-macam warna, emas batangan, dan uang dalam berbagai mata uang selama penggeledahan.
Dikutip Newsweek, foto-foto yang beredar dari penggerebekan juga terlihat beberapa senjata dan stok amunisi dalam jumlah cukup besar yang diletakkan di lantai kamar tidur.
Beberapa foto lain menunjukkan ruang tamu, dapur, dan kantor pribadi Prigozhin yang dilengkapi dengan meja biliar.
Di rumah mewah Prigozhin juga dilengkapi ruangan medis mirip kamar pasien dengan peralatan lengkap, kolam renang indoor, bak mandi air panas, dan ruang ibadah pribadi.
Penggeledahan dilakukan di beberapa properti yang terkait dengan Prigozhin dan pejabat Rusia menyita sekitar 10 miliar rubel (setara Rp1,6 triliun) dalam bentuk tunai. Namun semua aset itu sudah dikembalikan ke Prigozhin.
Hingga kini keberadaan Prigozhin sendiri belum bisa dipastikan secara resmi.
Baru-baru ini Presiden Belarus Alexander Lukashenko mengatakan Prigozhin kini sudah tidak lagi berada di wilayah Belarus dan diduga berada di St Petersburg (kota terbesar kedua di Rusia).
Sebelumnya Prigozhin pindah ke Belarus sebagai bagian dari kesepakatan usai upaya pemberontakan di Rusia. Prigozhin dan Wagner Group melakukan upaya "kudeta" karena menuduh Kremlin menyerang kamp-kamp milik tentara bayaran itu.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3809 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1753 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang