Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 10 Mei 2026
Berkat Kedisiplinan, Sanggar Seni Pentas Marak Lestari Ukir Prestasi Internasional
BERITABALI.COM, BULELENG.
Selain dikenal sebagai Kota Pendidikan, Kabupaten Buleleng juga dikenal memiliki banyak maestro seni yang menjadi daya tarik tersendiri. Ekosistem seni di Buleleng sangat didukung dengan banyaknya sanggar seni dan pagelaran seni yang difasilitasi oleh pemerintah maupun pihak swasta bahkan perorangan.
Salah satunya adalah Sanggar Seni Pentas Marak Lestari dari Desa Bubunan, Kecamatan Seririt, Buleleng yang mendapat kesempatan ditunjuk oleh Provinsi Bali untuk mengisi tarian dan tetabuhan pada ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) 2023 di Denpasar.
Baca juga:
Sanggar Seni Mudra Tampilkan Drama Gong 'Katemu ring Tampak Siring'">PKB ke-45, Sanggar Seni Mudra Tampilkan Drama Gong 'Katemu ring Tampak Siring'
Sanggar seni yang diketuai oleh Bagus Suteja Yasa itu berdiri dari tahun 2010 dan sudah memiliki 500 anggota dari kalangan anak-anak kelas 2 SD sampai mahasiswa. Bahkan diluar ekspetasi, sanggar seni yang baru seumur jagung ini sudah pernah ikut berpartisipasi pada ajang PKB sebanyak 4 kali selama penyelenggaraannya.
"Kami sudah pentas di PKB sebanyak 4 kali. Astungkara Sanggar Seni Pentas Marak Lestari pada tahun ini ditunjuk lagi oleh Provinsi Bali untuk membawakan tarian dan tetabuhan khas Buleleng," ungkap Suteja Yasa saat ditemui disela pementasan beberapa hari lalu di Gedung Ksirarnawa Denpasar.
Bagus Suteja yang akrab disapa Ajik ini menuturkan bahwa pada PKB tahun ini pihaknya menampilkan 7 tarian dan 2 tetabuhan khas Buleleng diantaranya Tabuh Lelongoran, Tabuh Kreasi Dor, Tari Kembang Deeng, Tari Palawakya Dauh Njung, Tari Bebek Putih Jambul, Tari Peteng Bulan, Tari Truna Jaya, Tari Magrumbungan dan Tari Sura Wisesa.
Sederet prestasi pun telah diukir oleh sanggar tersebut, baik tingkat kabupaten, provinsi, nasional bahkan internasional. Bahkan Tarian Sura Wisesa ciptaannya dapat juara di ITB Bandung dan sering menjadi pementasan pada saat ada tamu yang hadir di Istana Negara. Tak hanya itu, sederet prestasi dari luar negeri juga pernah diraihnya, diantaranya juara 1 pada Festival International of Art di Spanyol dan Italia. Bahkan dipenutupan PKB pekan depan, pihaknya akan mewakili Kabupaten Buleleng menerima penghargaan Adi Sewaka Nugraha dari Gubernur Bali.
Dijelaskan, bahwa prestasi yang selama ini diraihnya tidak semata-mata didapatkan dengan mudah. Perlu kerja keras dan disiplin yang melatar belakangi sanggar ini hingga sampai saat ini. Pihaknya mengajarkan bahwa kedisiplinan tingkat tinggi kepada anak asuhnya mulai dari berpakaian hingga ketepatan waktu saat berlatih adalah salah satu dasar dibalik suksesnya sanggar tersebut.
"Kalau ada anggota kami yang pakaiannya tidak sesuai atau terlambat datang, maka saya akan suruh pulang. Ini adalah sebagai konsekuensi dalam mengejar kesuksesan nanti," tegasnya.
Namun, yang unik dari sanggar ini yaitu mempunyai komitmen untuk para anak-anak yang mau mendaftar. Disini Tidak ditekankan memiliki kepintaran, yang terpenting mau belajar dan disiplin sudah cukup. Bahkan melalui sanggar ini banyak generasi muda yang beralih ke kegiatan yang lebih positif, dari semulanya minum-minum, balap liar dan sekarang ini sudah fokus pada kesenian.
Bagus Suteja Yasa berharap melalui sanggar ini generasi muda bisa lebih melestarikan seni dan budaya Bali. Selain itu juga memupuk rasa spriritual dengan bisa ngayah saat ada upacara piodalan di pura masing-masing lingkungannya melalui lantunan tetabuhan maupun tarian yang sudah dipelajari di sanggar sebelumnya.
Editor: Redaksi
Reporter: Diskominfo Buleleng
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 964 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 785 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 608 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 564 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik