Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 April 2026
Jenderal Top Rusia Dipecat Usai Tuduh Kemhan 'Khianati' Militer
BERITABALI.COM, DUNIA.
Salah satu jenderal militer terkenal Rusia, Ivan Popov, diberhentikan dari jabatan usai menyebut Kementerian Pertahanan telah "mengkhianati" militer Rusia.
Popov yang merupakan Komandan Tentara Gabungan ke-58, sebelumnya menyebut Kemhan Rusia mengkhianati tentara karena tidak memberikan dukungan yang cukup bagi militer yang sedang berperang.
Pemberhentian Popov muncul usai ia mempertanyakan tidak adanya stasiun pengintaian artileri dan kematian massal serta luka-luka yang dialami para prajurit Rusia di Ukraina.
"Saya juga mengemukakan sejumlah masalah lain dan menyatakan semuanya kepada tingkat tertinggi dengan terus terang dan sangat keras," ungkap Popov dalam sebuah voice note.
Buntut kritikan itu, Popov dipecat oleh Menteri Pertahanan Sergey Shoigu.
Dilansir CNN, Popov adalah komandan yang terlibat dalam pertempuran sengit di wilayah Zaporizhzhia di selatan Ukraina. Dia adalah salah satu perwira paling senior, yang terlibat dalam invasi Rusia di Ukraina.
Menurut pengamat, pemecatan pejabat senior di tengah perselisihan terbuka atas invasi Rusia di Ukraina, belum pernah terjadi sebelumnya.
Sebelumnya, Presiden Rusia Vladimir Putin disebut memecat Staf Umum Angkatan Bersenjata Rusia, Jenderal Valery Gerasimov.
Rumor pemecatan ini mencuat usai upaya pemberontakan tentara bayaran Wagner Group terhadap militer Rusia pada 24 Juni lalu. Sejumlah pihak meyakini Gerasimov telah dipecat dari jabatannya sebagai komandan utama militer Rusia.
Namun usai rumor tersebut, Kementerian Pertahanan Rusia mengunggah video yang menampilkan Jenderal Gerasimov dalam sebuah pertemuan. Terlihat ia tengah berbicara dengan jenderal lainnya, sambil memberikan perintah.
"Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Rusia, Jenderal Angkatan Darat Valery Gerasimov menetapkan tugas kepada kepala Direktorat Intelijen Utama dan mereka yang bertanggung jawab atas pos komando pusat untuk kelompok gabungan," demikian keterangan Kemhan Rusia, seperti dikutip Reuters, Senin (10/7).
Kemhan Rusia kemudian melanjutkan, "[Perintah tersebut] guna mengatur pekerjaan sistematis untuk mengidentifikasi situs penyimpanan dan pelatihan, serta posisi peluncuran rudal S-200 dan senjata serangan musuh serupa, serta merencanakan kekalahan musuh."(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3810 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1756 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang