Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Jenderal Top Rusia Dipecat Usai Tuduh Kemhan 'Khianati' Militer
BERITABALI.COM, DUNIA.
Salah satu jenderal militer terkenal Rusia, Ivan Popov, diberhentikan dari jabatan usai menyebut Kementerian Pertahanan telah "mengkhianati" militer Rusia.
Popov yang merupakan Komandan Tentara Gabungan ke-58, sebelumnya menyebut Kemhan Rusia mengkhianati tentara karena tidak memberikan dukungan yang cukup bagi militer yang sedang berperang.
Pemberhentian Popov muncul usai ia mempertanyakan tidak adanya stasiun pengintaian artileri dan kematian massal serta luka-luka yang dialami para prajurit Rusia di Ukraina.
"Saya juga mengemukakan sejumlah masalah lain dan menyatakan semuanya kepada tingkat tertinggi dengan terus terang dan sangat keras," ungkap Popov dalam sebuah voice note.
Buntut kritikan itu, Popov dipecat oleh Menteri Pertahanan Sergey Shoigu.
Dilansir CNN, Popov adalah komandan yang terlibat dalam pertempuran sengit di wilayah Zaporizhzhia di selatan Ukraina. Dia adalah salah satu perwira paling senior, yang terlibat dalam invasi Rusia di Ukraina.
Menurut pengamat, pemecatan pejabat senior di tengah perselisihan terbuka atas invasi Rusia di Ukraina, belum pernah terjadi sebelumnya.
Sebelumnya, Presiden Rusia Vladimir Putin disebut memecat Staf Umum Angkatan Bersenjata Rusia, Jenderal Valery Gerasimov.
Rumor pemecatan ini mencuat usai upaya pemberontakan tentara bayaran Wagner Group terhadap militer Rusia pada 24 Juni lalu. Sejumlah pihak meyakini Gerasimov telah dipecat dari jabatannya sebagai komandan utama militer Rusia.
Namun usai rumor tersebut, Kementerian Pertahanan Rusia mengunggah video yang menampilkan Jenderal Gerasimov dalam sebuah pertemuan. Terlihat ia tengah berbicara dengan jenderal lainnya, sambil memberikan perintah.
"Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Rusia, Jenderal Angkatan Darat Valery Gerasimov menetapkan tugas kepada kepala Direktorat Intelijen Utama dan mereka yang bertanggung jawab atas pos komando pusat untuk kelompok gabungan," demikian keterangan Kemhan Rusia, seperti dikutip Reuters, Senin (10/7).
Kemhan Rusia kemudian melanjutkan, "[Perintah tersebut] guna mengatur pekerjaan sistematis untuk mengidentifikasi situs penyimpanan dan pelatihan, serta posisi peluncuran rudal S-200 dan senjata serangan musuh serupa, serta merencanakan kekalahan musuh."(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5935 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4650 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2619 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2276 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2219 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan