Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
PM Selandia Baru: Cina Bikin Kawasan Pasifik Kurang Aman
BERITABALI.COM, DUNIA.
Perdana Menteri Selandia Baru Chris Hipkins mengatakan kawasan Pasifik menjadi rawan konflik akibat sikap Cina yang makin tegas serta agresif di kawasan.
Baca juga:
Gempa M 6,6 Guncang Argentina Sampai Chile
Hipkins menuturkan akibat sikap Cina tersebut, kawasan situasi keamanan di kawasan menjadi lebih sulit diprediksi hingga kurang aman.
"Kawasan kami menjadi lebih rentan konflik, kurang bisa diprediksi, dan kurang aman," kata Hipkins saat pidato di acara Cina Business Summit pada Senin (17/7).
Ia kemudian berujar, "Dan itu menimbulkan tantangan bagi negara-negara kecil seperti Selandia Baru yang bergantung ke stabilitas dan prediksi, serta aturan internasional untuk kemakmuran dan keamanan kami."
Dikutip The Guardian, Hipkins lalu mengatakan penting bagi Selandia Baru terus mengajak Cina untuk mendengar dan membangun dialog.
"Kebangkitan Cina dan bagaimana mereka meningkatkan pengaruh merupakan pemicu utama persaingan strategis, terutama di kawasan rumah kami, di Indo-Pasifik," ujar , seperti dikutip Reuters.
Lebih lanjut, Hipkins mengatakan di tengah situasi global yang kian kompleks hubungan Selandia Baru dengan Cina akan terus membutuhkan manajemen yang cermat.
Ia lalu mengutarakan Selandia Baru tak bisa bekerja sendirian. Pemerintah, lanjut Hipkins, mengakui betapa penting membangun kerja sama demi mengatasi tantangan global.
Pendekatan Selandia Baru, kata dia, akan sejalan dengan rekan kerja sama mereka yang satu pemikiran. Namun menurut Hipkins, berbagi ketertarikan dan nilai yang sama bukan berarti akan mengambil pendekatan yang sama.
"Terkadang, ada kekuatan taktis dalam keragaman pendekatan untuk mencapai hasil yang sama,"ucap Hopkins.
Selandia Baru tercatat sering mengambil pendekatan yang lebih hati-hati ketimbang Australia, salah satu negara besar di Indo-Pasifik, terkait Cina.
Namun belakangan, Selandia Baru vokal mengkritik Cina mulai dari isu hak asasi manusia, tatanan berdasarkan aturan internasional, hingga potensi militerisasi di Indo-Pasifik.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5932 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2614 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2272 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan